Riza juga mengungkapkan, dan bukan hanya generasi millenial saja, generasi kolonial juga harus direkrut. “Generasi kolonial maksudnya kelompok yang feodalistik, tapi ini juga harus didorong agar berkontribusi memberikan vote ke Bobby,” tambah Riza.
Terkait dengan politisasi agama, Faizal Riza memberikan beberapa catatan, bahwa politisasi agama memang didisain untuk tujuan politik.
Menurutnya, politik identitas sekali lagi saya terangkan, isu ini memang digiring untuk mempengaruhi pilihan politik, tapi Bobby bersyukur, ada Aulia Rahman yang tercatat sebagai salah satu Santri di Pondok Pesantren Ponorogo Jawa Timur.
“Ini bagus sebagai kekuatan penyimbang dari diksi dan narasi politik perihal pertarungan politik terkait agama”, terangnya peneliti muda UIN Sumut ini.
Banyak pihak yang meragukan kemampuan orang muda untuk memimpin, apalagi memimpin Kota sebesar Medan.
Menurut Riza, itu teori orangtua yang tidak siap berkompetisi secara baik. “Jadi dikotomi tua dan muda bukan lagi sebuah diskursus politik yang di perdebatkan, tua dan muda harus dilihat sejauh mana keberanian dia dalam mengambil keputusan secara bijak, tidak ragu”, tambahnya
Soal kesiapan pemilu nanti, apakah tingkat partisipan pemilih akan meningkat di tengah pandemi covid ini, jika merujuk ke Pemilu lalu, dengan tegas di jawab Faisal Riza, bahwa itu tergantung kesiapan KPU Kota Medan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kuncinya ada di KPU Kota Medan, seberapa besar mereka mampu mensosialisasikan pemilu ini kepada masyarakat,” jelasnya. D|Med-67