Pengamat: Bobby-Aulia, Pasangan Tepat Memimpin Kota Medan

Minggu, 26 Juli 2020 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faisal Riza pengamat sosial politik UIN Sumut. Foto:D|Ist

Faisal Riza pengamat sosial politik UIN Sumut. Foto:D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rahman, banyak diperbincangkan berbagai kalangan dalam sepekan terakhir.

Pasangan muda ini memiliki masing-masing kelebihan. Berangkat dari profesi yang sama yaitu sebagai Pengusaha, kedua tokoh muda ini tentu sangat memahami dunia usaha dan politik. Karena di antara keduanya saling berkaitan.

“Yang terpenting bagi masyarakat Kota Medan nantinya, bagaimana mendapatkan Pemimpin yang memiliki kemampuan dalam memimpin”, ujar Faisal Riza pengamat sosial politik UIN Sumut.

Menurut Faisal Riza, pasangan Bobby-Aulia, merupakan perpaduan dari dua kelompok besar etnis yang ada di Kota Medan. Mandailing dan Melayu. Bahkan pasangan ini juga mendapatkan dukungan dari sejumlah elemen masyarakat Kota Medan.

“Pasangan Bobby-Aulia merupakan pasangan saling melengkapi, sama-sama berusia muda dan memiliki latar belakang profesi yang sama yaitu menggeluti dunia usaha, modal inilah rasanya cukup menjadi pilihan masyarakat Medan, di saat munculnya apatisme publik Kota Medan ketika tiga walikota terdahulu bermasalah secara hukum”, ujar peneliti muda ini kepada Mediadelegasi, Sabtu (25/7), di Kampus UIN Jalan Sutomo Medan.

Terkait dengan isu politik identitas yang selalu menyertai perjalanan politik, kandidat Doktor ini menguraikan, bahwa politik identitas suatu hal yang kerap terjadi di perhelatan politik, terutama di kota-kota besar seperti Kota Medan ini.

BACA JUGA:  Medan Masih Butuh 2.916 Ha Ruang Terbuka Hijau

”Ini menjadi aneh juga bahwa politik identitas tidak berlaku di Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara yang pemilihnya mayoritas muslim, ini memang ada sebuah sistem yang di skenario kan, seolah-olah ini pertarungan agama”, tambahnya.

Soal pemilih pemula, terkhusus generasi millenial ini merupakan segmentasi politik yang cukup bagus, jika di eksplor secara maksimal.

“Bobby merupakan representasi  generasi muda dari segi usia, dan memiliki peluang besar, diharapkan seluruh tim mampu memaksimalkan gagasan dan ide besar Bobby kepada generasi millennial,” katanya.

Riza juga mengungkapkan, dan bukan hanya generasi millenial saja, generasi kolonial juga harus direkrut. “Generasi kolonial maksudnya kelompok yang feodalistik, tapi ini juga harus didorong agar berkontribusi memberikan vote ke Bobby,” tambah Riza.

Terkait dengan politisasi agama, Faizal Riza memberikan beberapa catatan, bahwa politisasi agama memang didisain untuk tujuan politik.

Menurutnya, politik identitas sekali lagi saya terangkan, isu ini memang digiring untuk mempengaruhi pilihan politik, tapi Bobby bersyukur, ada Aulia Rahman yang tercatat sebagai salah satu Santri di Pondok Pesantren Ponorogo Jawa Timur.

BACA JUGA:  Api Hanguskan 25 Rumah di Kelurahan Kesawan Medan

“Ini bagus sebagai kekuatan penyimbang dari diksi dan narasi politik perihal pertarungan politik terkait agama”, terangnya peneliti muda UIN Sumut ini.

Banyak pihak yang meragukan kemampuan orang muda untuk memimpin, apalagi memimpin Kota sebesar Medan.

Menurut Riza, itu teori orangtua yang tidak siap berkompetisi secara baik. “Jadi dikotomi tua dan muda bukan lagi sebuah diskursus politik yang di perdebatkan, tua dan muda harus dilihat sejauh mana keberanian dia dalam mengambil keputusan secara bijak, tidak ragu”, tambahnya

Soal kesiapan pemilu nanti, apakah tingkat partisipan pemilih akan meningkat di tengah pandemi covid ini, jika merujuk ke Pemilu lalu, dengan tegas di jawab Faisal Riza, bahwa itu tergantung kesiapan KPU Kota Medan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kuncinya ada di KPU Kota Medan, seberapa besar mereka mampu mensosialisasikan pemilu ini kepada masyarakat,” jelasnya.  D|Med-67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Berita Terbaru