Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Laspayer Sipayung, memaparkan bahwa pergerakan penumpang pada Nataru 2025–2026 diprediksi meningkat sekitar 10 persen.
Dijelaskan, untuk tranportasi danau Kabupaten Samosir memilki 5 pelabuhan fery memiliki 9 KMP ditambah Wira Toba yang kemungkinan akan diluncurkan dalam Nataru.
Sebanyak 11 Dermaga tradisional dengan 182 Kapal tradisional juga telah disiapkan untuk melayani lonjakan pengunjung ke Samosir.
Ia menegaskan komitmen operator angkutan untuk sama-sama melayani pengunjung.
“Operator kapal agar siap 24 jam melayani pengunjung, jangan ada alasan. Silahkan cari formula lain agar seluruh pemudik dan wisatawan bisa diseberangkan,” tegas Lespayer.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa Dishub sudah melakukan ramp check dan menyiapkan jalur pengalihan di titik rawan kemacetan. “Kami akan lebih cepat menginformasikan jika terjadi kemacetan,” tambahnya.
Kabag Ops Polres Samosir menyampaikan bahwa Operasi Lilin Toba 2025 akan dilaksanakan untuk menjamin rasa aman masyarakat dan wisatawan dengan mendirikan 9 pos pelayanan. Pos pelayanan melibatkan personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait dari Pemkab.Samosir.
Eduar menegaskan, untuk tahun ini seluruh untuk bekerja lebih baik. “Seluruh personil tidak hanya berada di pos, tetapi aktif mengecek parkir, potensi kemacetan, dan gangguan kamtibmas,” katanya
Ia menegaskan bahwa pengamanan gereja juga menjadi prioritas. “Ada 13 gereja prioritas yang akan kami amankan. Ini tugas kemanusiaan untuk memberi kenyamanan dan membawa nama baik Kabupaten Samosir,” ujarnya.
Sementara BMKG menyampaikan bahwa kondisi cuaca di Samosir masih dalam kategori normal hingga menengah dengan peringatan cuaca berkala. Peringatan akan diumumkan secara berkala 3 harian sebagai bahan antisipasi.
Ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Samosir masih relatif aman sampai Nataru, namun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditi. Langkah yang ditempuh yaitu dengan monitoring rutin pada pasar tradisional dan penyelenggaraan pasar murah oleh Dinas Ketapang dan Pertanian serta Dinas Kopnakerindag.
Dalam sesi penegasan, Anggota DPRD Samosir Renaldi Naibaho mengapresiasi kesiapan seluruh instansi dan menekankan pentingnya implementasi nyata di lapangan, khususnya pengendalian inflasi,
pengawasan distribusi bahan pokok, keamanan, dan kelancaran lalu lintas.“Lonjakan aktivitas masyarakat dan pengunjung harus diimbangi dengan pengendalian inflasi yang nyata, ketersediaan bahan pokok, serta pengamanan yang optimal,” tegasnya.
Ia menambahkan agar semua rencana yang disiapkan melalui rakor tersebut diwujudkan dilapangan. “Paparan ini jangan berhenti sebagai rencana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan ko kunkret. DPRD siap bersinergi dengan seluruh pihak.”
Unsur TNI dan Kejaksaan menyatakan dukungan penuh terhadap pengamanan dan koordinasi lintas sektor, termasuk menjaga pasokan listrik dan kualitas layanan komunikasi.
Dengan sinergi lintas sektor, Kabupaten Samosir siap menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 secara aman, tertib, dan kondusif, serta menjadi tuan rumah yang baik bagi perantau dan wisatawan.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






