Musim Kemarau 2026 Dimulai Bertahap Sejak April

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Musim Kemarau. Foto: Ist.

Ilustrasi Musim Kemarau. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprakirakan awal musim kemarau 2026 di Indonesia akan mulai berlangsung pada April. Peralihan musim ini tidak terjadi secara serentak, melainkan menyebar secara bertahap di berbagai wilayah.

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal

Berdasarkan data resmi, sekitar 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 persen wilayah sudah memasuki kemarau pada April 2026. Jumlah ini akan terus meningkat seiring berjalannya waktu hingga pertengahan tahun.

Pada Mei 2026, jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau diperkirakan mencapai 184 ZOM atau 26,3 persen. Kemudian pada Juni 2026, sebanyak 163 ZOM atau 23,3 persen wilayah menyusul mengalami kondisi serupa.

Sementara itu, sisanya terjadi pada Juli sebanyak 63 ZOM (9 persen) dan Agustus 26 ZOM (3,8 persen). Pola ini menunjukkan bahwa kemarau tahun ini menyebar secara gradual di seluruh Indonesia.

BMKG juga mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah mengalami kemarau lebih awal dari biasanya. Tercatat sekitar 325 ZOM atau 46,5 persen wilayah mengalami pergeseran musim yang lebih cepat.

BACA JUGA:  Rompi Oranye Khas Tahanan KPK untuk Bupati Pekalongan

Selain itu, sekitar 173 ZOM atau 23,7 persen wilayah mengalami musim kemarau sesuai dengan kondisi normal. Hal ini menandakan adanya variasi pola iklim yang cukup signifikan.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/efisiensi-bbm-kemhan-dan-tni-terapkan-skema-empat-hari/

Dari sisi curah hujan, mayoritas wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami kondisi lebih kering dari biasanya. Sebanyak 451 ZOM atau 64,5 persen wilayah berada pada kategori bawah normal.

Wilayah yang mulai memasuki kemarau pada April 2026 meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir Jawa Tengah, serta sebagian wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Selain itu, beberapa wilayah di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur juga diprediksi lebih awal mengalami musim kemarau. Sebagian kecil Sulawesi Selatan turut masuk dalam kategori ini.

Memasuki Mei hingga Juni 2026, cakupan wilayah kemarau akan semakin luas. Sejumlah daerah di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan mulai mengalami penurunan curah hujan.

BACA JUGA:  Tuding SBY, Demokrat Lapor Akun Medsos

Wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua juga akan bertahap memasuki musim kemarau pada periode tersebut. Hal ini menunjukkan distribusi kemarau yang merata di hampir seluruh Indonesia.

Pada Juli hingga Agustus 2026, sebagian wilayah yang sebelumnya belum terdampak akan mulai mengalami kemarau. Beberapa di antaranya adalah wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026, dengan cakupan mencapai 429 ZOM atau 61,4 persen wilayah. Ini menjadi periode paling kering sepanjang tahun.

Selain Agustus, puncak kemarau juga diprediksi terjadi pada Juli di sebagian wilayah serta September di wilayah lainnya. Variasi ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan dinamika atmosfer.

Dengan adanya prakiraan ini, masyarakat diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi. Terutama dalam pengelolaan air dan mitigasi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi di berbagai daerah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Semeru Erupsi 3 Kali dalam 2 Jam, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Status Tetap Siaga
Hakim Perkara Andrie Yunus Dilaporkan ke KY dan MA, Diduga Langgar Kode Etik Hakim
Mesin Rusak, KMP Mutiara Persada III Terombang-ambing 5 Hari di Laut, Penumpang Gelar Protes Minta Kejelasan
Gunung Dukono Erupsi Lagi, Kolom Abu Membubung 3.000 Meter ke Langit
Dewan Pers Kecam Penangkapan 3 Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel di Perairan Internasional
KPK Periksa 8 Pejabat RSUD Cilacap Terkait Dugaan Pemerasan Iuran THR oleh Bupati Nonaktif
5 WNI Misi Kemanusiaan Gaza Ditangkap Tentara Israel, GPCI: Ini Serangan Terhadap Kemanusiaan
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Gunung Semeru Erupsi 3 Kali dalam 2 Jam, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Status Tetap Siaga

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:11 WIB

Hakim Perkara Andrie Yunus Dilaporkan ke KY dan MA, Diduga Langgar Kode Etik Hakim

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:07 WIB

Mesin Rusak, KMP Mutiara Persada III Terombang-ambing 5 Hari di Laut, Penumpang Gelar Protes Minta Kejelasan

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:25 WIB

Gunung Dukono Erupsi Lagi, Kolom Abu Membubung 3.000 Meter ke Langit

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:12 WIB

Dewan Pers Kecam Penangkapan 3 Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel di Perairan Internasional

Berita Terbaru