Jembatan Aek Tano Ponggol untuk memudahkan akses wisatawan menuju dan dari Pulau Samosir melalui jalur darat.
Informasi dari berbagai sumber diperoleh, tentang ketinggian jembatan sehingga Kapal Cruise Wisata bisa melintas mampu memukau, sempat menjadi perbincangan yang memanas.
Namun BPIW telah menyusun studi kelayakan dengan kesimpulan hasil kajian, jembatan tidak perlu dibangun terlalu tinggi, sehingga tidak memerlukan anggaran yang besar. Semula dengan ketinggian 15 meter menjadi 8 meter dianggp lebih realistis dan lebih murah.
Rencananya, lintasan di jembatan baru Aek Tano Ponggol akan menyediakan dua lajur, sebagai desain baru yang diharapkan menjadi ikon baru di Danau Toba yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi di pesisir Danau Toba.

Wikipedia mencatat, Tano Ponggol adalah sebuah jembatan yang menghubungkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatra –lebih tepatnya Sumatra Utara. Tano Ponggol ini berada di Pulau Sumatra Utara, persisnya di Pangururan, jalan keluar menuju Aek Rangat, tempat pemandian air panas yang enak dan arah ke Tele.
Tano Ponggol ini dikerjakan puluhan tahun yang lalu, sekitar tahun 1907 oleh negara Belanda menurut salah satu tokoh masyarakyat Pangururan, dan sudah beberapa kali dikeruk tetapi masih tetap saja dangkal, tidak bisa dilalui kapal feri. Maksud dan tujuan dikeruk ialah untuk membangun terusan Danau Toba dari arah Tao silalahi dengan tao arah Pangururan sekitarnya. D|Red-02