IHSG Diproyeksi Masih Bergerak Positif hingga Paruh Kedua 2025

Selasa, 29 Juli 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Diproyeksi Masih Bergerak Positif hingga Paruh Kedua 2025.(Foto : Ist.)

IHSG Diproyeksi Masih Bergerak Positif hingga Paruh Kedua 2025.(Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih bergerak positif hingga paruh kedua 2025 dengan menembus level 7.800. Menurut Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, sejumlah faktor menjadi pendorong pergerakan indeks, termasuk keberlanjutan pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral dalam memangkas suku bunga.

Pelonggaran kebijakan moneter ini diharapkan dapat mendorong terjadinya rebalancing aset, termasuk oleh asing dengan membuka kembali peluang pada high risk. Selain itu, stabilitas ekonomi makro global dengan de-eskalasi geopolitik, kesepakatan tarif AS dan normalisasi aktivitas ekonomi, khususnya China dan AS, serta stabilitas ekonomi dalam negeri seperti normalisasi nilai rupiah, pertumbuhan PDB yang lebih solid dan daya beli yang masih terjaga.

Audi juga menyatakan bahwa emiten yang sensitif terhadap perubahan ekonomi makro, seperti keuangan, properti, konsumer siklikal, telekomunikasi hingga manufaktur, cenderung tertekan dan memberikan valuasi yang menarik jika kondisi kembali normal. Hal ini dapat menjadi peluang bagi investor untuk membeli saham-saham yang undervalued.

BACA JUGA:  IPW Desak Bareskrim Polri Tuntaskan Kasus Lahan di Kampar

IHSG sendiri telah mencapai rekor level tertingginya 7.600 sepanjang 2025. Pada perdagangan Senin (28/7/2025), indeks ditutup menguat 0,94 persen atau 71,26 poin di level 7.614. Sebanyak 363 saham harganya menguat, 244 saham terkoreksi dan 199 saham lainnya harganya stagnan.

Pergerakan IHSG yang positif ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga paruh kedua 2025. Dengan demikian, investor dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham-saham yang memiliki prospek baik.

Namun, investor juga perlu waspada terhadap risiko yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis yang cermat dan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan indeks.

Dalam beberapa bulan terakhir, IHSG telah menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga investor dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham-saham.

BACA JUGA:  Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Dengan stabilitas ekonomi makro global dan dalam negeri yang terjaga, IHSG diproyeksi dapat terus bergerak positif. Investor dapat memanfaatkan peluang ini untuk membeli saham-saham yang memiliki prospek baik dan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham.

IHSG yang menembus level 7.800 dapat menjadi sinyal positif bagi investor. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki prospek yang baik dan dapat menarik investor untuk berinvestasi di pasar saham.

Dalam melakukan investasi, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan investasi yang tepat dan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham-saham. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Cukup 10 Hari

Senin, 10 Agu 2026 - 11:55 WIB