Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Disambut Pelukan Hangat PM Modi

Sabtu, 12 September 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto bersalaman dengan Perdana Menteri India Narendra Modi saat tiba di lokasi KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Sabtu (12/9/2026). Foto: Ist.

Presiden RI Prabowo Subianto bersalaman dengan Perdana Menteri India Narendra Modi saat tiba di lokasi KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Sabtu (12/9/2026). Foto: Ist.

Newdelhi-Mediadelegasi: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di New Delhi, India, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 yang digelar pada Sabtu (12/9/2026). Kehadiran Prabowo dalam forum bergengsi ini menegaskan peran penting Indonesia di kancah kerja sama ekonomi dan geopolitik global, sekaligus membuka peluang perluasan kemitraan dengan negara-negara anggota dan mitra BRICS.

Saat tiba di lokasi pertemuan, Prabowo disambut langsung oleh Perdana Menteri India sekaligus tuan rumah KTT BRICS ke-18, Narendra Modi. Kedua pemimpin negara tersebut menyapa dengan hangat, di mana Modi langsung menyambut kedatangan Prabowo dengan pelukan erat sebagai tanda persahabatan dan kedekatan hubungan kedua negara. Momen bersejarah itu kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama sebelum keduanya memasuki ruang pertemuan.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo tampak mengenakan setelan jas double breasted berwarna abu-abu yang dipadukan dengan dasi berwarna biru muda dan peci hitam. Penampilan yang rapi dan berwibawa tersebut menunjukkan keseriusan sekaligus penghormatan tinggi yang diberikan Indonesia terhadap penyelenggaraan KTT BRICS kali ini.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa KTT BRICS ke-18 ini memiliki dua sesi utama yang akan diikuti oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kedua sesi tersebut, Presiden diagendakan menyampaikan pandangan resmi Pemerintah Republik Indonesia terkait berbagai isu strategis yang menjadi bahasan dalam forum.

BACA JUGA:  Prabowo Sambut Meriah PM Modi di Istana Merdeka: Upacara Penghormatan, MoU di Berbagai Bidang Siap Diteken

Sesi pertama merupakan pertemuan khusus negara-negara anggota BRICS yang digelar secara tertutup dengan mengangkat tema “Tata Kelola Global yang Inklusif dan Penguatan Multilateralisme”. Dalam sesi terbatas ini, Prabowo akan menyampaikan pandangan Pemerintah Indonesia secara khusus kepada para pemimpin negara-negara anggota BRICS.

Sementara itu, sesi kedua akan berlangsung secara terbuka dan melibatkan negara-negara anggota bersama negara-negara mitra BRICS. Sesi tersebut mengusung tema “Ketangguhan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan untuk Pertumbuhan Global yang Inklusif”. Pada sesi ini, pandangan Prabowo akan disampaikan secara terbuka dan dapat disimak oleh seluruh peserta yang hadir.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam kedua sesi utama tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian agenda diplomasi Indonesia di KTT BRICS ke-18. Melalui kesempatan berpidato dalam dua sesi berbeda, Indonesia memiliki peluang luas untuk menyampaikan gagasan, kepentingan, serta komitmennya di hadapan para pemimpin negara-negara besar dan berkembang dunia.

Pada sesi tertutup bersama negara anggota BRICS, Prabowo diperkirakan akan menyoroti pentingnya penguatan kerja sama yang setara, saling menguntungkan, dan berkeadilan antarnegara. Indonesia juga diprediksi akan mendorong penguatan tata kelola global yang lebih inklusif serta peningkatan peran negara-negara berkembang dalam mengambil keputusan ekonomi internasional.

Sedangkan pada sesi terbuka yang melibatkan negara mitra, Presiden kemungkinan besar akan menekankan pentingnya kerja sama yang terbuka, saling menghormati kedaulatan, dan berlandaskan prinsip kemitraan sejati. Indonesia juga dipastikan akan mengajak seluruh negara yang hadir untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan, inovatif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.

BACA JUGA:  Gunung Semeru Kembali Erupsi, Semburan Abu Vulkanis Setinggi 700 Meter, Status Waspada Tetap Berlaku

Kehadiran Prabowo dalam KTT BRICS kali ini juga menjadi bukti nyata bahwa Indonesia terus menjaga keterbukaan dan aktif berkontribusi dalam berbagai forum kerja sama internasional. Indonesia tidak memihak blok tertentu, melainkan berupaya menjembatani kepentingan berbagai pihak demi terciptanya dunia yang lebih damai, adil, dan makmur.

Dengan berakhirnya rangkaian penyampaian pandangan dalam dua sesi utama tersebut, diharapkan gagasan dan aspirasi Indonesia dapat dipahami sekaligus mendapat dukungan luas dari negara-negara yang hadir. Selanjutnya, hasil-hasil pertemuan ini akan menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan negara-negara BRICS maupun negara mitra.

Kini seluruh mata dunia menantikan apa saja gagasan dan komitmen yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pemimpin negara-negara BRICS dan negara mitra. Pandangan yang disampaikan tersebut dipastikan akan menjadi salah satu sorotan utama yang memperkaya hasil kesepakatan KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Red Notice Riza Chalid Terbit, Interpol Buru di 196 Negara
Komdigi Berantas Judi Online, Bidik Aliran Dana Rp957 Miliar
Kejagung Serahkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar
Denny Indrayana Desak Prabowo Sampaikan Sikap Resmi Soal Putusan MK Terkait Ijazah Gibran
PDIP Tegaskan Pencopotan Foto Gibran di Sukabumi Tindakan Pribadi
Letkol Arman Ditahan, Sewakan Rumah Dinas TNI Cijantung Jadi Markas Judol
Pemilik Rumah Dinas TNI di Cijantung Ditahan, Markas Judol Terbongkar
Sikap Parpol Pasca Putusan MK: Dari Imbau Hentikan Polemik Hingga Usul Pansus Pemakzulan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Red Notice Riza Chalid Terbit, Interpol Buru di 196 Negara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Komdigi Berantas Judi Online, Bidik Aliran Dana Rp957 Miliar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Kejagung Serahkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Denny Indrayana Desak Prabowo Sampaikan Sikap Resmi Soal Putusan MK Terkait Ijazah Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:04 WIB

PDIP Tegaskan Pencopotan Foto Gibran di Sukabumi Tindakan Pribadi

Berita Terbaru

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, beraksi dalam sprint race MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Sabtu (10/10/2026). Marquez berhasil meraih kemenangan setelah menyalip Jorge Martin saat balapan menyisakan lima lap. Foto: Ist.

Olahraga

Marc Marquez Juara Sprint Race MotoGP Mandalika 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:53 WIB

Mohammad Riza Chalid (MRC), tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018–2023, yang resmi masuk daftar buronan internasional setelah Interpol menerbitkan Red Notice pada 23 Januari 2026. Foto: Ist.

Nasional

Red Notice Riza Chalid Terbit, Interpol Buru di 196 Negara

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:21 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Foto: Ist.

Nasional

Komdigi Berantas Judi Online, Bidik Aliran Dana Rp957 Miliar

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:14 WIB