“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan dan pengguna jasa pelayaran untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di laut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tambah Nur Alim.
BMKG menekankan bahwa informasi ini merupakan peringatan dini agar masyarakat dapat melakukan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan. Terlebih lagi, waktu terjadinya potensi banjir rob ini beririsan dengan awal bulan Ramadan, di mana mobilitas warga, distribusi bahan pokok, dan aktivitas pelabuhan biasanya mengalami peningkatan.
Pemerintah Kota Medan juga telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi potensi banjir rob ini. Beberapa di antaranya adalah menyiagakan petugas di wilayah rawan banjir, menyiapkan perahu karet untuk evakuasi, serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.
Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah dan instansi terkait untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi akibat banjir rob. Dengan kesiapsiagaan dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan aktivitas Ramadan dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh bencana alam. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.









