Selanjutnya bidang komunikasi dan informatika sebesar Rp1,68 miliar, pendidikan Rp36,8 miliar, kesehatan Rp6,9 miliar, serta bantuan keuangan kepada pemerintah daerah sebesar Rp110 miliar.
“Kita akan lalukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana, bidang pendidikan kita bagi dua untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah bencana,” kata Bibby Nasution saat rapat koordinasi (Rakor) dengan Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (12/1/2026).
4. Pendidikan Gratis Untuk Korban Bencana
Salahsatu hal terpenting bagi korban bencana adalah pendidikan. Bobby Nasution pun mengeluarkan kebijakan gratis membayar uang sekolah bagi siswa SMA/SMK hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang wilayahnya terdampak banjir dan longsor di tahun ajaran 2026/2027. Bobby menganggarkan dana Rp22 miliar untuk program ini.
5. Capaian 100 Persen UHC Berobat Gratis
Meski bencana melanda wilayah Sumatera Utara, Bobby tidak ingkar pada janji kampanyenya. Bahkan belum sampai dua tahun menjabat, Bobby sudah merampungkan 100 persen program Universal Health Coverage (UHC) alias program berobat gratis (probis) untuk warga Sumut.
Bobby menegaskan tidak ada alasan bagi fasilitas kesehatan menolak pasien dengan alasan administrasi. Pelayanan diduluankan, administrasi diurus belakangan.
Atas hal itu, Pemprovsu berhasil meraih penghargaan UHC Award kategori pratama dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, Pemprov Sumut memiliki Program Berobat Gratis (PROBIS). Program ini memungkinkan masyarakat Sumut mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP.
6. Pembangunan Kepulauan Nias
Yang tak kalah penting dari kepemimpinan Bobby adalah membangun Kepulauan Nias yang maju dan terintegrasi.
Bahkan Bobby telah menyusun kebijakan tematik pembangunan menuju Nias Maju 2029. Dalam kebijakan tersebut, tiga wilayah ditetapkan sebagai spesialisasi pembangunan, yakni Hub Ekonomi dan Logistik di Gunungsitoli, Destinasi Wisata dan Budaya di Nias Selatan, serta wilayah lainnya sebagai zona produksi.
“Kami ingin benar-benar menjadi bagian memajukan Nias, bukan hanya afirmasi daerah tertinggal, tetapi menjadi daerah yang unggul,” kata Bobby Nasution saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan antara Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias di Kantor Bupati Nias Selatan, Teluk Dalam, Kamis (12/2/2026).
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bobby Nasution menyiapkan anggaran sekitar Rp305 miliar, setelah pada tahun sebelumnya mengucurkan Rp250 miliar. Anggaran itu dialokasikan untuk peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, konektivitas wilayah, serta penguatan ketahanan lokal dan keunggulan global. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.









