Di tengah duka yang masih menyelimuti warga pascabanjir, langkah Bobby Nasution kembali menyentuh tanah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Rabu (18/02/2026). Kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja, melainkan bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat yang hingga kini berjuang memulihkan hidup mereka.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu lalu membuat sungai meluap dan merendam permukiman. Sejumlah rumah rusak, bahkan ada yang bergeser dari pondasinya. Kesedihan masih tampak di wajah warga yang kehilangan rasa aman di tempat tinggal mereka sendiri.
Dalam kunjungannya, Bobby meninjau kondisi warga di Desa Lopian dan Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri. Ia berjalan menyusuri area terdampak, mendengar langsung cerita warga, sekaligus memastikan bantuan dan perbaikan infrastruktur dapat segera dilakukan.
“Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan fasilitas yang rusak bisa cepat diperbaiki,” menjadi pesan kuat dari kunjungan tersebut—sebuah harapan bahwa pemerintah hadir di saat rakyat paling membutuhkan.
Bagi warga, kedatangan Bobby bukan hanya membawa perhatian, tetapi juga semangat baru. Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya kering, terselip keyakinan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan ini.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bencana mungkin datang tanpa permisi, namun kepedulian dan gotong royong mampu menyalakan kembali harapan. Dari Tapanuli Tengah, tersiar pesan sederhana namun dalam: ketika pemimpin turun langsung, luka masyarakat terasa sedikit lebih ringan. D-Red






