Mahasiswa Unika Santo Thomas Dimotivasi jadi Calon Pemimpin

Rektor Unika Santo Thomas Prof. Dr Maidin Gultom, SH, M.Hum (kiri) menerima cendra mata berupa buku dari Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) seusai menyampaikan paparan dalam Kuliah Umum Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, di kampus Unika Santo Thomas Medan, Selasa (28/3). Foto: Dingot Turnip

Medan-Mediadelegasi: Politikus Kebangsaan Indonesia Hasto Kristiyanto memotivasi mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan agar mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin bangsa.

“Estafet kepemimpinan di tingkat daerah dan nasional akan diserahkan kepada para pemuda dan mahasiswa,” kata Hasto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat menyampaikan Kuliah Umum di aula kampus Unika SantoThomas Medan, Selasa (28/3).

Kuliah Umum Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut dibuka dengan doa oleh Romo Godlif Sianipar serta turut dihadiri, antara lain Ketua Yayasan Unika Santo Thomas Antoniu S. Tampubolon, Rektor Unika Santo Thomas Prof. Dr Maidin Gultom, SH, M.Hum, Wakil Rektor 4 Godlif Sianipar, S.S M.M, anggota Fraksi PDIP DPR RI asal Sumut Sofyan Tan, Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Santo Thomas Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap.

Bacaan Lainnya
Momen Politikus Kebangsaan Indonesia Hasto Kristiyanto berfoto bersama sejumlah pengurus yayasan Unika Santo Thomas, Medan, Selasa (28/3/2023).

Dihadapan ratusan mahasiswa yang mengikuti kuliah umum, ia menegaskan, karena mahasiswa dipersiapkan menjadi calon pemimpin bangsa, tentunya mahasiswa mempunyai tanggungjawab tugas dan peran menjadi pemimpin.

Untuk merealisasikan cita-cita tersebut, menurut dia, maka perguruan tinggi juga memiliki peran dan tanggung jawab untuk ikut mempersiapkan calon pemimpin bangsa.

“Kita juga harus optimistis bahwa mahasiswa Unika Santo Thomas ini akan mencapai cita-citanya membawa nama bangsa Indonesia di dunia sesuai bidang keahlian dengan rasa kebangsaan dan nasionalisme yang kental melekat dalam dirinya,” ucap politisi senior PDIP itu.

Hasto yang juga sebagai tokoh katolik menekankan tentang pentingnya kepribadian bangsa yang penuh toleransi, rasa optimistis, serius dan saling asah, asih dan asuh antarsesama tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, dan status sosial.

“Hal itulah identitas kita sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku, agama, ras, budaya dan adat istiadat, sehingga tak boleh luntur seiring kemajuan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengajak segenap sivitas akademika Unika Santo Thomas Medan agar terus bahu membahu menjadikan perguruan tinggi swasta tersebut sebagai salah satu barometer lembaga pendidikan yang bukan hanya mencetak generasi penerus cerdas dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi miliki berkepribadian kebangsaan yang ulung.

Dikatakan Hasto, DPR RI akan terus mendorong sekaligus mengawal kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan, pembangunan karakter dan keperibadian kebangsaan.

Pos terkait