Medan-Mediadelegasi: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, mengemukakan Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA sebaiknya mencoret kepesertaan tim nasional (timnas) Israel dari Piala Dunia U-20 yang akan digelar dari 20 Mei sampai 11 Juni 2023.
“Israel yang selama ini telah melakukan pelanggaran kemanusiaan terhadap bangsa Palestina seharusnya tidak boleh diikutsertakan dalam Piala Dunia U-20,” katanya kepada pers, usai menyampaikan Kuliah Umum Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di kampus Unika SantoThomas Medan, Selasa (28/3).
Hasto menyampaikan hal itu terkait dengan pro dan kontra timnas Israel untuk bertanding dalam Piala Dunia U-20 dengan Indonesia sebagai tuan rumah.
Bahkan dua provinsi yang menjadi tuan rumah yaitu Bali dan Jawa Tengah menyatakan penolakan terhadap kedatangan timnas Israel.
Hasto menyatakan sependapat dengan pandangan dari berbagai kalangan yang menyebutkan bahwa sikap politik luar negeri negara perlu dihormati bersamaan dengan menjunjung tinggi ”fair play” di bidang olahraga.
Oleh karena itu, kata Hasto, FIFA harus bersikap bijak dan “fair” dalam menanggapi aspirasi masyarakat di Indonesia terkait kehadiran timnas Israel dalam Piala Dunia U-20, karena Indonesia tetap tidak akan memiliki hubungan diplomatik dengan Israel hingga Palestina menjadi negara merdeka.
“Itu adalah pernyataan Bung Karno di PBB pada saat Konferensi Asia Afrika atau KAA di Bandung tahun 1955 silam, lalu Bung Karno membuat Ganefo (pesta olahraga Asia Afrika) sendiri karena melawan imperialisme, bagi Bung Karno Israel itu imperialis,” paparnya.
Ia melanjutkan sikap ini sesuai dengan pernyataan Presiden RI, Joko Widodo bahwa Indonesia mempunyai hutang sejarah dengan Palestina karena merupakan satu-satunya negara peserta KAA yang sampai saat ini belum merdeka.
“Indonesia harusnya membayar hutang sejarah itu dengan memaksimalkan usaha untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tuturnya
Hasto menegaskan pihaknya tidak sependapat jika FIFA membatalkan perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia karena menolak kehadiran timnas Israel.
Politisasi olah raga, menurut Hasto, memang tak selalu buruk karena dalam beberapa sisi bisa membantu menekan pihak-pihak yang menyalahi kepatutan dalam tata hubungan internasional. D|Red-04












