Semburan Lumpur di Samosir: Peringatan Serius bagi Geopark Toba

Sebuah fenomena alam yang tidak lazim mengguncang Desa Rianiate, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. (Foto : Ist.)

Robintang Naibaho (Camat Pangururan) menyebut fenomena ini “biasa”. Pernyataan ini tidak hanya keliru secara teknis, tetapi juga berpotensi menyesatkan masyarakat.

Hotraja Sitanggang (Asisten II Pemkab Samosir) menyampaikan penjelasan yang membingungkan, dengan mengatakan “airnya dingin, mungkin lumpur vulkanik”, tanpa dasar ilmiah yang jelas.

Dr. Tumiur Gultom (Kadis Pertanian) secara aktif memberikan keterangan kepada media, meskipun topik ini seharusnya menjadi kewenangan Dinas ESDM, BPBD, atau DLH.

Dinas Kominfo pun absen dalam mengkoordinasikan narasi resmi lintas sektor, menyebabkan informasi publik menjadi fragmentaris dan rawan disinformasi.

TCUGGp Diam: Di Mana Para Ahli Geologi?

Ketiadaan respons publik dari Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) juga menjadi sorotan utama. Sebagai institusi yang dibentuk untuk menjaga integritas ilmiah dan sosial kawasan, ketidakhadiran tim geoscientist mereka dalam menjelaskan fenomena ini merupakan bentuk kelalaian serius.

TCUGGp seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan klarifikasi berbasis geosains kepada publik dan pemerintah. Fenomena ini bukan hanya panggilan darurat, tapi juga ujian terhadap komitmen geopark dalam mengelola kawasan dinamis secara etis dan ilmiah.

Ahli geologi Jonathan Tarigan mengakui bahwa fenomena ini bisa dijelaskan secara geoteknik, namun tetap menekankan pentingnya pengujian kandungan gas untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yang mengancam kesehatan dan lingkungan.

Merespons situasi ini, PS_GI merekomendasikan langkah-langkah strategis sebagai berikut:

1.Investigasi terpadu oleh Badan Geologi (Kementerian ESDM), akademisi, dan lembaga riset independen.

2.Pemetaan rekahan aktif dan jalur migrasi fluida geotermal di wilayah Rianiate dan sekitarnya.

3.Moratorium pengeboran air tanah di seluruh zona geopark tanpa izin teknis.

4.Peningkatan kapasitas manajemen risiko dan komunikasi krisis di lingkungan Pemkab Samosir

5.Publikasi hasil investigasi secara terbuka, untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menangkal disinformasi.

Fenomena Alam Tidak Bisa Diabaikan

Alam telah memberi sinyal. Yang diperlukan kini bukan narasi penenang, melainkan respons cerdas berbasis ilmu dan komitmen. Fenomena di Rianiate menjadi pengingat bahwa geopark bukan sekadar lanskap indah, melainkan sistem geodinamika aktif yang menuntut kehati-hatian, pengetahuan, dan integritas dalam pengelolaannya. D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait