Seskab: Pemerintah Telah Selesaikan Pembangunan Lebih dari 1.000 Unit Rumah Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar dalam Sebulan

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Mediadelegasi : Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan upaya gerak cepat pemerintah dalam penanganan pascabencana, antara lain dengan membangun lebih dari 1.000 unit rumah hunian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam waktu sebulan.

Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di akun media sosial resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, yang dikutip di Jakarta pada hari Jumat.

Menurut Teddy, pembangunan lebih dari 1.000 unit rumah tersebut merupakan bagian dari total 15.000 unit rumah hunian yang sedang dibangun melalui program Danantara.

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan tempat tinggal layak bagi masyarakat terdampak bencana secepat mungkin.

“Dalam satu bulan pascabencana, pemerintah bergerak cepat dengan sudah selesai membangun lebih dari 1.000 unit rumah hunian di tiga provinsi seiring dengan pembangunan rumah lainnya serta perbaikan fasilitas publik secara berkala,” ujar Teddy yang juga telah dikonfirmasi di Jakarta pada hari Jumat.

Pada hari pertama tahun 2026, Kamis (1/1), Presiden Prabowo Subianto secara langsung mengecek progres pembangunan 600 unit pertama dari total 15.000 unit rumah hunian Danantara.

Kesempatan tersebut juga digunakan untuk melaksanakan rapat koordinasi terkait penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

BACA JUGA:  Tragis! Pusat Pasar Sidikalang Dilalap Sijago merah, Puluhan Kios Hangus Tebakar

Rumah hunian yang dibangun di Aceh Tamiang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memadai. Antara lain akses internet atau WiFi gratis, pasokan air bersih, listrik, tempat ibadah, fasilitas bermain anak, serta akses yang dapat dilalui melalui jalan besar.

Teddy merinci bahwa kompleks hunian di Aceh Tamiang ini berada di atas lahan seluas 5,5 hektare. Pembangunan sebanyak 2.500 unit rumah pada lokasi tersebut menggunakan lahan yang merupakan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain pembangunan di lahan BUMN, pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan hunian tetap di area yang berdekatan. Hunian ini berada di atas lahan seluas 3,5 hektare dan siap untuk ditempati oleh masyarakat yang memenuhi syarat.

Pemerintah daerah setempat turut berperan aktif dalam pelaksanaan program ini. Mereka melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mendata dan mengatur warga terdampak bencana yang akan menjadi penghuni rumah hunian tersebut.

“Di seberang kompleks hunian ini juga telah dibangun hunian tetap seluas 3,5 hektare. Pemerintah membangun hunian yang layak dan cepat untuk selanjutnya pemerintah daerah mendata dan mengatur warga yang akan menempati rumah hunian tersebut,” jelas Teddy.

BACA JUGA:  Optimal, Sumut Rancang AI untuk Pertanian Modern

Pada kesempatan sebelumnya, Teddy telah menjelaskan bahwa setiap unit rumah yang dibangun melalui program ini memenuhi sejumlah kriteria khusus yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan hunian bagi penghuninya.

Salah satu kriteria utama adalah lokasi hunian yang tidak berada di wilayah rawan bencana. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan kembali akibat bencana alam dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Selain itu, lokasi hunian juga dipilih dengan memperhatikan jarak yang cukup dekat dengan tempat asal tinggal sebelumnya masyarakat terdampak. Selain itu, juga dijamin dekat dengan jalan besar, fasilitas umum, dan lokasi tempat bekerja para pengguna rumah.

Program pembangunan rumah hunian pascabencana ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan kemudahan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Dengan gerak cepat dan perencanaan yang matang, diharapkan masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang lebih baik.D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak ASN Seimbangkan Keimanan dan Penguasaan Teknologi Digital
Wagub Sumut Tegaskan Keterbukaan Informasi Harus Jadi Budaya Kerja, Bukan Sekadar Formalitas
Polda Sumut Tangkap 3 Anggota Ormas Terduga Penembakan Tanjung Morawa
Wagub Surya Targetkan Penyerahan Aset RSUD dr M Thomsen Nias Selesai 31 Oktober
Dinas LHK Sumut: Tak Ada Lagi Titik Api, Kabut Asap Medan Berasal dari Luar Daerah
Wagub Surya Buka Rakernas V MPK di Tarutung: Kolaborasi Kunci Transformasi Sekolah Kristen
Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026, Bobby Nasution Targetkan Cakupan 53,26%
Bobby Nasution Perkuat Sinergi Pemprov Sumut–Kejati Sumut, Fokus Pembangunan 2027
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak ASN Seimbangkan Keimanan dan Penguasaan Teknologi Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Wagub Sumut Tegaskan Keterbukaan Informasi Harus Jadi Budaya Kerja, Bukan Sekadar Formalitas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Polda Sumut Tangkap 3 Anggota Ormas Terduga Penembakan Tanjung Morawa

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Wagub Surya Targetkan Penyerahan Aset RSUD dr M Thomsen Nias Selesai 31 Oktober

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Dinas LHK Sumut: Tak Ada Lagi Titik Api, Kabut Asap Medan Berasal dari Luar Daerah

Berita Terbaru