Selain itu, kata dia, meneguhkan dan memperkuat partisipasi masyarakat marginal dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
Ke depan, ia berharap Bitra bisa terus berlanjut dan berkembang dengan melibatkan kalangan generasi muda yang berpihak pada peningkatan kualitas SDM masyarakat desa.
“Saya berharap sekaligus berpesan, kiranya Bitra Indonesia ini dirawat, siapapun nanti yang melanjutkannya dan tidak harus dari kami selaku pendiri,” ujar dia.
Soekirman menyatakan optimis program Bitra Indonesia akan terus berjalan sesuai dengan visi, misi di tangan para pengurus yang diyakini memiliki integritas dan kemampuan mumpuni di berbagai bidang.
“Teruslah belajar, membaca dan berinovasi sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing,” ujar mantan dosen Fakultas Pertanian USU itu.
Acara reuni mantan aktrivis Bitra di era tahun 1980 hingga 2000-an berlangsung dalam suasana penuh keakraban sembari diisi dengan pembacaan puisi oleh Johenri Chaniago,
pemutaran film dokumenter Atok Labu dan acara hiburan lainnya.
“Banyak pengalaman semasa berkiprah di Bitra, antara lain menggelar forum diskusi formal dan melakukan aksi jalanan untuk menyuarakan aspirasi atas ketidakadilan pemerintah,” ujar Iswan Kaputra, mantan aktivis Bitra. D|Med-AS