Saya akan perintahkan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan kepada Bumdes yang dimaksud, memerintahkan camat melakukan pengecekan langsung bagaimana kondisi di lapangan. Pemkab Dairi, DPRD, dan Polres Dairi bersama masyarakat, mari kita tunjuk pihak yang berkompeten dan independen untuk melakukan cek lapangan,” katanya menambahkan.
Dirinya menyebut, pemerintah dari sejak awal memimpin, mengedepankan kembali gotong royong, kesetiakawanan sosial dan merawat bumi yang dilakukan melalui program penanaman sejuta pohon di berbagai tempat.
“Marilah kita kembali merawat bumi ini, mengembalikan kelestarian alam seperti sedia kala,” katanya mengakhiri.
Berikut beberapa tuntutan warga; Menutup PT Gruti yang berada di Kecamatan Parbuluan dan Sumbul dengan beberapa alasan antara lain; Telah merusak alam karena menebang kayu alam dan menanam kopi sebagai pengganti dengan alasan penghijauan; Meminta bupati untuk mengaudit Bumdes Desa Parbuluan VI,
dan mencabut izinnya, dan Mencabut SK Kepala Desa dan beberapa perangkatnya dengan alasan telah melakukan penyalahgunaan wewenang.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa diawali dari depan Kantor DPRD Dairi dan ditemui oleh beberapa anggota dewan seperti Halvensius Tondang, Batara Armin Steve Sinaga, Joel Simanullang, Hendra Sinaga, Halim Lumbanbatu, dan lain-lain.
Aksi dilanjut ke kantor bupati dan kemudian berlanjut ke Polres Dairi. Aksi unjuk rasa berjalan aman dan kondusif.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
j






