Kuala Lumpur-Mediadelegasi : Kasus kematian tragis Zara Qairina Mahathir, remaja berusia 13 tahun yang menggemparkan Malaysia, terus bergulir. Kali ini, tiga perwira polisi di Sabah akan dimintai keterangan terkait dugaan kesalahan prosedur dalam penanganan kasus tersebut.
Tim Departemen Integritas dan Kepatuhan Standar (JIPS) Kepolisian Diraja Malaysia telah membuka berkas penyelidikan disiplin terhadap tiga perwira polisi yang terlibat dalam penyelidikan awal kematian Zara Qairina. Mereka adalah kepala kepolisian distrik dengan pangkat inspektur, kepala divisi investigasi kriminal (CID) distrik dengan pangkat asisten inspektur, serta seorang petugas investigasi dengan pangkat inspektur.
Wakil Kepala Kepolisian Malaysia, Ayob Khan Mydin Pitchay, mengungkapkan bahwa ketiga perwira tersebut diduga tidak mematuhi prosedur operasi standar (SOP) selama penyelidikan kasus kematian Zara Qairina.
“Para petugas JIPS Bukit Aman akan berangkat ke sana dalam 1 atau 2 hari untuk mencatat pernyataan dari ketiga petugas. Investigasi ini menyangkut ketidakpatuhan terhadap SOP dalam kasus Zara Qairina dan pengawasan petugas investigasi,” ujarnya seperti dikutip dari Bernama, Sabtu (16/8/2025).
Ayob Khan menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas petugas dan pengawas penyelidikan yang terbukti melanggar SOP. Ia juga memastikan bahwa ketiga pejabat senior yang terlibat tetap menjalankan tugasnya seperti biasa, sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Sebelumnya, Direktur CID Kepolisian Malaysia, M Kumar, telah menyampaikan bahwa temuan awal investigasi satuan tugas khusus yang dibentuk untuk menangani kasus Zara menemukan adanya unsur ketidakpatuhan terhadap prosedur penyidikan selama penyelidikan awal.
Zara Qairina Mahathir, seorang siswa kelas 1 SMP, ditemukan pingsan di saluran pembuangan dekat asrama Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA) Tun Datu Mustapha, di Papar, sekitar pukul 04.00 pada 17 Juli lalu. Ia kemudian meninggal dunia di Rumah Sakit Queen Elizabeth I, Kota Kinabalu.
Kematian Zara Qairina yang misterius telah memicu kemarahan dan keprihatinan publik di Malaysia. Banyak pihak yang menuntut agar kasus ini diusut tuntas dan para pelaku yang bertanggung jawab dihukum seberat-beratnya.
Penyelidikan terhadap tiga perwira polisi ini diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya terkait penanganan kasus kematian Zara Qairina. Jika terbukti bersalah, mereka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kasus ini menjadi sorotan penting bagi Kepolisian Diraja Malaysia untuk meningkatkan profesionalisme dan kepatuhan terhadap SOP dalam setiap penanganan kasus. Hal ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dan memastikan keadilan bagi semua warga negara.
Masyarakat Malaysia berharap agar kasus kematian Zara Qairina dapat segera diselesaikan secara transparan dan akuntabel, serta memberikan keadilan bagi keluarga korban. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






