Sedangkan tujuannya, desinfektan mempunyai kemampuan untuk membunuh mikroorganisme yang terpapar langsung oleh desinfektan. Desinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati.
Efektivitas desinfektan dipengaruhi oleh suhu, konsentrasi desinfektan, PH dan bahan pengganggu. Bahan desinfektan yang dapat digunakan seperti klorin, iodin, alkohol, atau natrium hipoklorida (bayclin). Cairan yang digunakan adalah kalsium hipoklorit senyawa kimia kandungan klorin bebas.
Adapun mekanisme kerja desinfektan: merusak sel bakteri dengan cara koagulasi atau denaturasi protein protoplasmasel, sehingga menyebabkan “lysis”, yaitu mengubah struktur membrane sitoplasma sehingga menyebabkan kebocoran sel.
Proses pembuatan desinfektan ini menggunakan bahan dasar kalsium hipoklorit diencerkan dengan air dalam PH normal. Perbandingan yang diperlukan, 1 : 3 (kalsium hipoklorit 1 liter : air 3 liter). Kemudian dimasukkan kedalam alat penyemprot sederhana berupa hand sprayer (2 liter) dan pressure sprayer (5 liter).
Penyemprotan, di area kampus di lingkungan UIN SU, ruang kerja pegawai, ruang dosen, masjid, gelanggang, kantin dan ma’had. Pada saat penyemprotan ruangan dalam keadaan kosong, mematikan kipas, AC, menutup jendela (jika terbuka). Benda yang menjadi sasaran seperti: meja, kursi, lemari, handle pintu, pegangan tangga, telepon kantor, jika di lokasi masjid (lantai masjid). Selanjutnya dibiarkan desinfektan bekerja selama 10 – 15 menit (selama proses ini tidak ada yang diperkenankan keluar masuk ruangan. Setelah 15 menit ruangan dapat digunakan kembali. D| Med-41