“Dimulai dari penyusunan naskah akademik, izin dari Grand Syeikh Al-Azhar, lalu Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah, berbagai presentasi hingga rapat di Majelis Tinggi Al-Azhar,” jelas Abdul Muta’ali.
Keputusan resmi program ini tertuang dalam Surat Keputusan Majelis Tinggi Al-Azhar Nomor 343 tertanggal 12 Juli 2025.
Rektor Universitas Al-Azhar, Salamah Dawud, menyebut bahwa hadirnya program studi Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi tambahan berharga di universitas ternama tersebut. Saat ini, total bahasa yang diajarkan di Al-Azhar mencapai 15 bahasa.
“Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-15 yang diajarkan di Universitas Al-Azhar,” ujar Salamah Dawud.
Ia menambahkan, kesuksesan program ini akan bergantung pada dukungan Pemerintah Indonesia, terutama dalam penyediaan tenaga pengajar berkualitas. Salamah juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tempat istimewa di hati sivitas akademika Al-Azhar, berkat reputasi mahasiswa Indonesia yang dikenal sopan dan berakhlak baik. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






