Relaksasi Kredit UMKM Sumut Strategi Pemulihan Pascabencana

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Penyaluran KUR Pascabencana Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (11/3/2026). Foto: Ist.

Rapat Koordinasi Penyaluran KUR Pascabencana Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (11/3/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah pusat berencana meluncurkan sejumlah program pemulihan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut). Salah satu langkah utama adalah pemberian relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dirancang khusus untuk masyarakat yang mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut, sebagai bagian dari strategi relaksasi kredit UMKM Sumut untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Relaksasi Kredit UMKM Sumut Dorong Pemulihan Ekonomi

Menindaklanjuti rencana tersebut, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution segera mempercepat proses sinkronisasi data UMKM antara pemerintah daerah dan pusat. Ia menargetkan seluruh data tersebut rampung sebelum akhir Maret 2026 agar program bantuan, termasuk relaksasi kredit UMKM, bisa segera dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Medan, Bobby menegaskan bahwa proses sinkronisasi data harus dilakukan secara akurat dan transparan. Ia menegaskan, data yang disampaikan dari berbagai sumber, termasuk perbankan dan kementerian, harus disinkronkan sebelum tanggal 31 Maret agar program, termasuk relaksasi kredit UMKM, dapat segera direalisasikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bobby menyampaikan bahwa banyak pelaku UMKM di daerah terdampak bencana tidak hanya mengalami kerusakan tempat tinggal, tetapi juga kerusakan pada lokasi usaha dan alat produksi. Ia menegaskan bahwa pemulihan usaha ini menjadi prioritas utama agar ekonomi masyarakat bisa bangkit kembali, termasuk melalui program relaksasi kredit UMKM yang sedang disusun.

BACA JUGA:  Gubernur Bobby Nasution Respons Cepat Aduan Masyarakat Melalui Program CERDAS, 97,5% Laporan Ditindaklanjuti

Selain kerusakan fisik, Bobby menambahkan bahwa banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan likuiditas akibat bencana. Ia menyebut bahwa pemulihan ekonomi di daerah terdampak sedang berjalan, meskipun tantangan besar masih harus dihadapi. Ia berharap, program relaksasi kredit UMKM ini dapat mempercepat proses pemulihan tersebut dan membantu pelaku usaha tetap bertahan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi langkah cepat Gubernur Bobby dalam melakukan sinkronisasi data. Ia menyebut bahwa langkah ini sangat strategis karena akan memudahkan penyaluran bantuan dan memastikan tepat sasaran, termasuk relaksasi kredit UMKM. Ia juga memperkirakan jumlah pelaku UMKM terdampak di Sumut akan terus bertambah karena proses pemetaan masih berlangsung.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bantuan-bencana-muzani-disalurkan-untuk-warga-sumatera-utara/

Secara nasional, tercatat sekitar 193 ribu debitur terdampak bencana di tiga provinsi, dengan sekitar 44 ribu di antaranya berada di Sumut. Data ini akan terus diperbarui hingga proses pemetaan selesai pada akhir Maret 2026, sehingga total jumlah pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat, termasuk relaksasi kredit UMKM, bisa bertambah.

Maman menjelaskan bahwa relaksasi kredit yang akan diberikan mencakup berbagai bentuk, seperti grace period, perpanjangan masa pinjaman, restrukturisasi kredit, dan keringanan suku bunga. Ia menegaskan bahwa tahun ini, bunga pinjaman akan dihapuskan sepenuhnya, sehingga debitur tidak dikenai bunga selama periode tertentu, sebagai bagian dari relaksasi kredit UMKM.

BACA JUGA:  Mengurus yang sakit, Menguatkan yang Lemah : Perjuangan Bobby berbuah UHC Award

Selain itu, Maman menyebut bahwa suku bunga akan naik secara bertahap mulai tahun depan, dari nol persen menjadi tiga persen. Ia menambahkan bahwa bank-bank akan melakukan identifikasi terhadap pelaku UMKM yang benar-benar tidak mampu membayar, sehingga bantuan bisa tepat sasaran dan efektif, termasuk dalam program relaksasi kredit UMKM.

Maman juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat kecil. Ia berharap, program relaksasi kredit UMKM ini dapat membantu pelaku UMKM bangkit dan kembali menjalankan usaha mereka dengan lebih baik, meskipun di tengah situasi sulit akibat bencana.

Gubernur Bobby menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini. Ia berharap, seluruh proses sinkronisasi data berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga manfaat dari relaksasi kredit UMKM bisa segera dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Pada akhirnya, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan ekonomi nasional, terutama di tengah situasi krisis yang melanda berbagai daerah. Dengan berbagai program yang terintegrasi, termasuk relaksasi kredit UMKM, diharapkan UMKM di Sumut dan daerah lain mampu bangkit dan mempercepat proses pemulihan ekonomi pascabencana. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadirkan LPS di Medan, Bobby Nasution: Bangun Kepercayaan Masyarakat agar Uang Aman
Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus
Pemprov Sumut Genjot Reformasi Birokrasi, 6 Daerah Ikuti Penguatan SAKIP di Labura
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Wagub Surya Pimpin Upacara di Medan
Danau Toba: Antara Label Geopark dan Realita Kerusakan yang Terabaikan
Terkait Pembatalan PT MIS Pemenang Tender. Ketua CAKEP Sumut Desak APH Periksa Pejabat BBPJN
Pergantian Pimpinan BPODT Jadi Momentum Koreksi Arah Pengelolaan Danau Toba
Relawan Parhobas Total Dukung Bobby Nasution: Usul Tes Urine Mendadak, Jadwal Hanya Diketahui Gubernur

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:09 WIB

Hadirkan LPS di Medan, Bobby Nasution: Bangun Kepercayaan Masyarakat agar Uang Aman

Kamis, 30 April 2026 - 15:16 WIB

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Rabu, 29 April 2026 - 18:08 WIB

Pemprov Sumut Genjot Reformasi Birokrasi, 6 Daerah Ikuti Penguatan SAKIP di Labura

Senin, 27 April 2026 - 14:30 WIB

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Wagub Surya Pimpin Upacara di Medan

Senin, 27 April 2026 - 13:16 WIB

Danau Toba: Antara Label Geopark dan Realita Kerusakan yang Terabaikan

Berita Terbaru