Percut Seituan-Mediadelegasi: Setelah visitasi asesor akreditasi, Kepala Raudhatul Athfal (RA) Nabila Hafsah, Nurhafsah Ritonga SAg SPdI berpendapat, dalam penerapan kurikulum, guru harus kreatif dan sedikit berjibaku menyesuaikan keberhasilan belajar dengan kebutuhan masyarakat.
“Satu sisi anak RA masih harus belajar dari bermain, sementara kebutuhan orangtua lulusan RA Nabila Hafsah harus pintar membaca, menulis, mengaji dan berhitung,” kata Nurhafsah Ritonga usai menerima visitasi asesor akreditasi ke madrasahnya itu, di Jl Masjid, Komplek Griya Nabila 2, Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Jumat (13/10).
BACA JUGA: Santri RA Nabila Hafsah Menyatakan Janji tak Bermain Ponsel
Menurutnya,visitasi asesor setelah pihaknya memenuhi upload berkas di aplikasi Sispena Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD PNF).
Akreditasi, sebutnya, bukan sekadar validasi kelembagaan terkait operasional, dokumen perijinan atau pun kelayakan fasilitas madrasah, tapi lebih kepada spesifikasi pembelajaran dan outputnya terhadap anak didik.
“Jadi dalam kunjungan dua asesor akreditasi mulai dari proses penerimaan anak di gerbang sekolah, proses belajar mengajar, deteksi perkembangan dan keberhasilan anak, hingga pemulangan anak didik dari gerbang madrasah kepada orangtua penjemput,” sebut Nurhafsah Ritonga yang telah mengurus RA Nabila Hafsah selama 13 tahun itu.
BACA JUGA: RA Nabila Hafsah: Mengajari Cara Memegang Pensil tak Bisa Online