Wajah Penyuluh Agama Menembus Jalan Berlumpur

Berdasarkan data di Seksi Urusan Agama Kristen ada 272 Kelompok binaan yang harus mereka datangi setiap bulan.

Tona’aro Zebua menjelaskan di Seksi Urusan Agama Kristen ada kegiatan sosial berbagi berkat kepada orang yang kurang mampu. “Di akhir jabatan, saya ingin berbagi kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu” katanya.

Pagi hari sebelum berangkat ke lapangan, seperti biasa para penyuluh harus absen di titik lokasi masing-masing. Pagi ini mereka berangkat bersama-sama ke desa Nalua, karena harus membagikan bantuan kepada keluarga kurang mampu.

Nalua berjarak 13 km dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara. Kami disambut dengan jalanan berlumpur yang curam menuju desa karena kondisi hujan.

“Beginilah jalannya kalau hujan, kadang terpental, kadang juga dorong sepeda motor kalau jalannya benar-benar tidak bisa dilalui,” ungkap Yasokhi.

Yasokhi Gea adalah Penyuluh Agama Kristen PPPK yang lulus tahun 2022 bersama tujuh penyuluh lainnya. Mereka semua bertugas di wilayah yang medannya hampir sama. belum lagi sebagian dari mereka adalah perempuan.

“Sering kami melakukan penyuluhan di malam hari, karena masyarakat punya waktu luang hanya malam hari,” ungkap Ales Deniati Gea salah satu teman sejawat Yasokhi Gea.

Dia juga bercerita, pernah membentuk kelompok binaan remaja di daerah penyuluhan, tapi orang tuanya tidak mengizinkan, alasannya anaknya mau ikut ke lading.

“Kami masih beruntung walaupun kondisi medan yang kami lalui seperti ini, kami masih bisa bertemu dengan keluarga. Bagaimana dengan kawan-kawan kami orang seberang (di luar Pulau Nias) yang harus berpisah dengan keluarga untuk menjalankan tugas seperti ini”, ungkap Murniwati Zebua salah satu penyuluh ASN yang terpaksa harus pisah dengan anaknya.

Ada beberapa penyuluh yang berasal dari luar pulau Nias yang ditempat di Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara. Mereka harus terpisah dari keluarga demi menjalankan tugas Negara. D|Red-06|Rel

Pos terkait