“Saya berharap masyarakat dan keluarga yang menghadapi permasalahan seperti ini dapat segera melaporkan ke pemerintah setempat. Kita bisa mencari solusi bersama dan memberikan bantuan, terutama bagi mereka yang berprestasi namun terkendala masalah ekonomi,” tegas Murphy.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak-anak yang berprestasi sangat penting dalam membangun generasi emas untuk masa depan Kabupaten Toba.
Pemerintah, katanya, akan selalu memberikan dukungan kepada anak-anak yang memiliki potensi, terutama dalam upaya mempercepat pembangunan daerah.
Peristiwa tragis ini melibatkan seorang pelajar berinisial KS, 19 tahun, asal Desa Lumban Manurung, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba.
KS ditemukan meninggal dunia di sungai Desa Bius Barat, Kecamatan Parmaksian, pada Jumat (21/3/2025).
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.