Dinas PPPA Sumut Gelar Pelatihan Sistem Informasi Online

Selasa, 30 Maret 2021 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdaprovsu R Sabrina  menghadiri sekaligus membuka acara Pelatihan Simfoni PPA di Sumut Tahun 2021, di Hotel Inna Parapat, Jalan Marihat No 1, Kabupaten Simalungun, Selasa (30/3).

Sekdaprovsu R Sabrina menghadiri sekaligus membuka acara Pelatihan Simfoni PPA di Sumut Tahun 2021, di Hotel Inna Parapat, Jalan Marihat No 1, Kabupaten Simalungun, Selasa (30/3).

Simalungun–Mediadelegasi: Akurasi data sangat penting dalam penanganan dan pencegahan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ketidakakuratan data dapat menyulitkan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan terkait tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk itu perlu dilakukan pencatatan dan pelaporan terstandar di seluruh Indonesia.

Pencatatan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA). Dengan adanya aplikasi tersebut diharapkan akan lebih mudah melakukan analisis data.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina ketika menghadiri sekaligus membuka acara Pelatihan Simfoni PPA, yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut, di Hotel Inna Parapat, Jalan Marihat No 1, Kabupaten Simalungun, Selasa (30/3).

“Semoga dengan pelatihan ini kita bisa menggunakannya dengan baik,  dan dengan penggunaan aplikasi ini dapat memudahkan analisa data kekerasan secara komprehensif, sebagai bahan pengambilan keputusan baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Sabrina.

BACA JUGA:  Bupati Simalungun Kunjungi RSUD Tuan Rondahaim: Pastikan Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Berdasarkan data dari aplikasi Simfoni PPA hingga 12 Maret 2021, jumlah kasus kekerasan yang terjadi di Sumut sebanyak 918 kasus, dengan jumlah korban sebanyak 1.058 orang, terdiri dari 267 orang anak laki-laki, 449 orang anak perempuan dan 340 orang perempuan dewasa.

Dari aplikasi Simfoni PPA juga diketahui bahwa kasus kekerasan seksual merupakan kasus yang paling banyak terjadi, yakni sebanyak 453 orang, selanjutnya kekerasan fisik 343 orang dan psikis 264 orang.

Namun menurut Sabrina, hal tersebut belum menggambarkan kejadian sesungguhnya, karena berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan masih ada beberapa kabupaten/kota yang belum optimal meng-input data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ke dalam aplikasi.

“Untuk itu ke depan, saya harapkan pada setiap lembaga dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten/Kota, setelah mengikuti pelatihan ini agar dapat melaksanakan sistem pencatatan dan pelaporan kasus secara lengkap dan optimal,” ujar Sabrina.

BACA JUGA:  Petani di Bahjambi II Tanahjawa tak Bisa Bertanam Padi

Hal senada disampaikan Kepala Dinas PPPA Sumut Nurlela. Dia mengharapkan agar para peserta dapat bekerja lebih baik lagi dalam hal meng-input data.

“Setelah kembali ke daerah masing-masing, lakukanlah pendataan yang baik, karena dari 33 kabupaten/kota di Sumut hanya 10 yang mendapat Dana Alokasi Khusus dari  Kementerian PPPA. Karena salah satu indikator penilaian untuk mendapatkan DAK adalah data pelaporan dalam data Simfoni PPA,” harapnya.

Kepada para peserta, Nurlela juga menghimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai lengah dan tetap waspada dengan tetap memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tetap menjaga jarak.D|Med-Gus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMP Sumut II Kandas Dihantam Angin Kencang di Pelabuhan Tigaras, 22 Penumpang Aman
Kebakaran Hebat Pabrik PT Evyap Sabun Sei Mangkei, 3 Pekerja Tewas Melompat dari Lantai Enam
Dapur MBG Bosar Maligas Mangkrak, Dugaan Jual-Beli Titik SPPG Dipertanyakan
Banjir Luapan Sungai Sikkam Rendam 150 Rumah di Simalungun, Lebih Parah dari Tahun 2017
Komitmen Brantas Narkoba, Polres Simalungun Berhasil Amankan Pria Asal Serdang Bedagai, Bawa 11 Paket Sabu dari Luar Daerah
Gerebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Sabu, Polres Simalungun Amankan Pria Bertato Beserta Barang Bukti
Dramatis! Pengejaran Wanita Gembong Sabu di Sei Torop, Anggota Polsek Bosar Maligas Terluka Tertusuk Duri Sawit demi Berantas Narkoba
Pelaksanaan Ibadah ASN Pemkab Simalungun: Perbedaan Keyakinan Tidak Menjadi Pemisah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:07 WIB

KMP Sumut II Kandas Dihantam Angin Kencang di Pelabuhan Tigaras, 22 Penumpang Aman

Kamis, 3 September 2026 - 16:39 WIB

Kebakaran Hebat Pabrik PT Evyap Sabun Sei Mangkei, 3 Pekerja Tewas Melompat dari Lantai Enam

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Dapur MBG Bosar Maligas Mangkrak, Dugaan Jual-Beli Titik SPPG Dipertanyakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:52 WIB

Banjir Luapan Sungai Sikkam Rendam 150 Rumah di Simalungun, Lebih Parah dari Tahun 2017

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:01 WIB

Komitmen Brantas Narkoba, Polres Simalungun Berhasil Amankan Pria Asal Serdang Bedagai, Bawa 11 Paket Sabu dari Luar Daerah

Berita Terbaru