Simalungun-Mediadelegasi: Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tapian Dolok dan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun, Kamis (30/7/2026) malam memicu banjir besar. Air luapan Sungai Sikkam merendam Jalan Medan–Simpang Pondok Batu Silangit serta pemukiman di Lingkungan Pasar Bawah Serbalawan.
Kapolsek Dolok Batunanggar Iptu Rido V Pakpahan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sedikitnya 150 rumah warga yang berada di tepi sungai terendam air setinggi 1 hingga 3 meter.
“Korban jiwa negatif. Kerugian materiil belum dapat dirinci, saat ini kami bersama warga sedang melakukan pembersihan lumpur di lokasi,” ujar Rido saat dikonfirmasi Jumat (31/7) pagi.
Selain pemukiman warga, sejumlah fasilitas umum turut terdampak. Halaman sekolah Alwashliyah, SD Muhammadiyah, serta Masjid Taqwa Muhammadiyah terendam dan tertutup lumpur. Tembok penahan tanah di sisi Sungai Sikkam bahkan jebol diterjang arus deras.
Warga setempat Jamal Damanik menceritakan hujan turun terus-menerus sejak waktu Maghrib hingga menjelang tengah malam. Air mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 21.00 WIB dan baru surut dini hari pukul 01.00 WIB.
“Banjir kali ini jauh lebih dahsyat dibandingkan kejadian tahun 2017 silam. Ketinggian air mencapai tiga meter hingga menyentuh atap rumah,” ungkap Jamal.
Karena datang secara tiba-tiba, warga hanya sempat menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Barang-barang rumah tangga dan harta benda terpaksa ditinggal terendam air.
Jamal menambahkan kerusakan juga terjadi pada tembok pembatas dan bronjong di area sekolah yang kondisinya cukup parah.
Warga pun meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk mengatasi masalah banjir yang kerap berulang, terutama saat musim hujan tiba.
Masyarakat menduga frekuensi dan debit banjir yang semakin besar dipengaruhi juga oleh pembangunan jalan tol Sinaksak–Dolok Merawan.
Di jalur lintas Sumatera tepatnya Jalan Medan–Simpang Pondok Batu Silangit, banjir menyebabkan jalan tergenang total sehingga kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa lewat dan memicu kemacetan panjang.
Personel Polsek Dolok Batunanggar segera diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Jalan baru dapat dilalui kembali setelah ketinggian air turun hingga sekitar 50 sentimeter menjelang dini hari.
Pagi harinya, Camat Dolok Batunanggar beserta unsur Muspika, BPBD, instansi terkait, dan warga bergotong royong membersihkan sisa lumpur di pemukiman, lingkungan sekolah, serta tempat ibadah.
Warga berharap penanganan hulu sungai dan perbaikan tanggul segera dilakukan agar musibah serupa tidak terus terulur dan merugikan masyarakat. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Ivan
Editor : Alan






