Balige-Mediadelegasi: Dinas Perhubungan Toba serta instansi terkait dan Balai Prasarana Transportasi Darat Wilayah (BPTD) Wilayah Sumatera Utara (Wilsu) II harus lebih memrioritaskan pemasangan rambu – rambu Jalan Balige By Pass guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang dapat merenggang nyawa.
Salah seorang pemilik kedai kopi di Simpang Empat Jl Balige By Pass, bermarga Hutagaol, salah satu warga masyarakat bermarga Hutagaol, pengusaha kedai kopi di simpang empat Jalan Balige By Pass tepatnya di persimpangan menuju Desa Matio Hutagaol dan Desa Mejan itu menceritakan pascaperesmian Jalan ini, oleh Presiden RI Joko Widodo rambu-rambu lalulintas jalan minim.
“Peningkatan ekonomi memang jelas bertambah soalnya saya sendiri dapat buka usaha kedai kopi setelah ada By pas Balige. Nah untuk itu juga kami selaku masyarakat berharap agar pemasangan rambu-rambu Jalan Balige By Pass segera dipasang baik itu dari Dishub Toba maupun provinsi guna meminimalisir kecelakaan lalulintas.
Diceritakannya, belum lama ini juga ada kecelakaan lalulintas mengorbankan pengendara sepeda motor, satu orang tewas dalam peristiwa itu. Sebelumnya juga kami sudah lakukan swadaya pembuatan gundukan jalan antar Desa terimbas Jalan By Pass yakni Desa Matio, Hutagaol, guna meminimalisir kecelakaan dengan memperlambat kecepatan pengendara.
Secara terpisah Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Toba, Herbin Tampubolon yang sekaligus Plt Kadishub ini menanggapi minimnya rambu lalulintas Jalan Balige By Pass menjadi salah satu penyebab peristiwa kecelakaan lalulintas, pihaknya menerangkan sudah mengajukan penganggarannya pada anggaran perubahan APBD Dishub Toba 2022 hingga ke pihak balai, Provinsi Sumatera Utara.
Herbin didampingi oleh Kabid Lalin Dishub Toba, Gibson Sinaga mengutarakan sejak adanya Jalan By Pass Balige, memang telah menjadi pembahasan baik tingkat instansi, pimpinan dan masyarakat hingga mengadakan forum diskusi termasuk juga rambu-rambu lalulintas pada Jalur By pas Balige agar segera terealisasi.
“Kemarin, Selasa 14 Juni 2022, kami telah mengundang pihak BPTD Wilsu II membahas kemacetan lalulintas Kota Balige dan beberapa hal lainnya yang menghasilkan beberapa rekomendasi telah disepakati guna ditindaklanjuti mudah-mudahan seiring waktu semua dapat tercapai,” kata Herbin.
Sementara itu Gibson Sinaga menambahkan adapun rambu-rambu lalulintas yang akan dipasang di jalur itu adalah LPJU pada pintu masuk sebanyak 2 unit, 13 titik pita penggaduh sebagai alat fungsi memperlambat laju kendaraan serta permohonan pemasangan lampu di seluruh ruas Jalan by Pass Balige sudah diusulkan kepada kementerian terkait. “Kami juga terus lakukan komunikasi terkait hal tersebut,” sebut Sinaga. D|Tsa-36






