Rektor UIN Salatiga Bantah Kirim Mahasiswa Magang ke Jerman

- Penulis

Minggu, 31 Maret 2024 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- Rektor UIN Salatiga Prof Zakiyuddin Baidhowy (tengah).

- Rektor UIN Salatiga Prof Zakiyuddin Baidhowy (tengah).

Salatiga-Mediadelegasi: Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), membantah dengan terlibat program magang Ferienjob di Jerman yang bermasalah. UIN Salatiga juga mengaku tidak pernah mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program Ferienjob di Jerman yang terindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Hal itu disampaikan UIN Salatiga untuk menanggapi informasi yang menyatakan jika UIN Salatiga menjadi satu dari 41 perguruan tinggi di Indonesia yang mengirimkan sejumlah mahasiswanya dalam program magang mahasiswa ke Jerman.Rektor UIN Salatiga, Prof Zakiyuddin Baidhowy, menegaskan bahwa UIN Salatiga belum pernah mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti program tersebut magang Ferienjob ke Jerman. “UIN Salatiga belum pernah mengirimkan mahasiswa ke Jerman,” ujar Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, saat dimintai keterangan, Kamis (28/3/2024).

BACA JUGA:  Mediadelegasi-Unpri Medan Perkuat Kerja Sama Program Magang Mahasiswa

Senada juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Muh Saerozi, yang mengaku kampusnya tidak pernah bekerja sama dengan Ferienjob. Sejauh ini, lanjut Prof Saerozi, kerja sama yang dilakukan UIN Salatiga dengan Jerman hanyalah berbentuk visiting profesion dari Senior Expert Services (SES) Jerman. Program ini sudah berjalan dalam waktu yang lama, sejak 2019.Menurutnya, pada Juni-Juli 2023 ada seorang dosen yang turut serta dalam program visiting professor di Humboldt Universität zu Berlin. “Program yang diikuti dosen kami itu disponsori oleh Humboldt Foundation Germany, yang merupakan lembaga prestisius yang telah menerima lebih dari 50 nobel. Tidak ada yang ikut serta dalam program magang Ferienjob Jerman,” terang Prof. Saerozi.Sekadar informasi, Ferienjob sejatinya merupakan kerja paruh waktu dalam masa libur. Program ini biasa dijalankan mahasiswa di Berlin, Jerman, untuk mengisi waktu libur semester.

BACA JUGA:  Mahasiswa Sastra Inggris UNIKA Santo Thomas Siap Berkompetisi Dalam Dunia Kerja

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, program ini justru dimanfaatkan sebagai modus kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bagi mahasiswa Indonesia yang ingin magang ke Jerman.

Bukannya mendapat kerja magang yang layak di kantoran, para mahasiswa Indonesia yang mengikuti program Ferienjob di Jerman justru tereksploitasi dan menjalani pekerjaan secara non-prosedural.D|Red

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minggu, 31 Maret 2024 - 09:54 WIB

Rektor UIN Salatiga Bantah Kirim Mahasiswa Magang ke Jerman

Berita Terbaru

Foto: Suasana di salah satu jalanan di wilayah Jakarta Selatan yang tergenang banjir akibat hujan deras dan luapan Kali Krukut. Sebanyak 12 RT di kawasan Petogogan tercatat terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 20 cm.

Nasional

Hujan Deras Guyur Jakarta, 12 RT di Jaksel Terendam Banjir

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:07 WIB

Foto: Suasana saat proses pemeriksaan dan penempatan khusus (patsus) terhadap Kompol DK di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Sumatera Utara

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:16 WIB