Medan-Mediadelegasi: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar debat pertama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada Sumut 2024 di Hotel Grand Mercure Medan, Rabu (30/10) malam dengan mengusung tema Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat.
Debat publik Pilkada Sumut 2024 tersebut diikuti dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur yakni pasangan Bobby Nasution-Surya nomor urut 1 dan Edy Rahmayadi-Hasan Basri nomor urut 2.
Dalam sesi tanya jawab seputar pelayanan kesehatan, cagub Sumut Bobby Nasution mengemukakan bahwa banyak rakyat di seluruh Provinsi Sumut masih membutuhkan pelayanan kesehatan secara gratis dengan hanya menggunakan kartu tanda penduduk (KTP).
Program layanan kesehatan dengan hanya menggunakan KTP, kata Bobby, telah diterapkan di Medan sejak dirinya mengemban tugas sebagai walikota Medan.
Dikatakan Bobby, layanan kesehatan gratis dengan menggunakan KTP juga bisa diberlakukan oleh Pemprov Sumut di seluruh kabupaten dan kota.
Sayangnya, sebut dia, program layanan kesehatan dengan menggunakan KTP tidak bisa direalisasikan oleh Edy Rahmayadi selama lima tahun mengemban tugas sebagai gubernur Sumut periode 2019-2024.
Bobby memastikan penerapan program pelayanan kesehatan dengan menggunakan KTP bukan hal sulit bagi Pemprov Sumut yang setiap tahun mengelola anggaran hingga sekitar Rp14 triliun lebih jika dana yang dialokasikan ke sektor kesehatan tepat sasaran.
Sayangnya, lanjut dia, layanan kesehatan berbasis Universal Health Coverage (UHC) tersebut belum diterapkan oleh Gubernur Sumut semasa dijabat oleh Edy Rahmadi.
Sumut dengan posisi APBN 2024 sekitar Rp14 triliun, kata dia, sebenarnya bisa menerapkan sistem penjaminan kesehatan berbasis UHC.
“Kenapa ketika itu Bapak tidak menerapkan program UHC se Sumut?. Malah menyisihkan sebagian APBN untuk membeli lahan dan bangunan Medan Club sebesar Rp400 miliar lebih,” kata Bobby.
Alangkah baiknya, menurut dia, dana sebesar itu digunakan untuk mendukung layanan kesehatan gratis kepada masyarakat Sumut yang kurang mampu secara ekonomi.
Ia memastikan dana pembelian Medan Club itu sudah cukup untuk membiayai program layanan berobat gratis se Sumut.