Gubernur: Melestarikan Alam Itu Ibadah

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2020 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menanam bibit pohon mangrove di Desa Pasar Rawa, Gebang, Kabupaten Langkat, Senin (3/8). Foto:D|Ist

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menanam bibit pohon mangrove di Desa Pasar Rawa, Gebang, Kabupaten Langkat, Senin (3/8). Foto:D|Ist

Langkat-Mediadelegasi: Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan alam, seperti menanam dan menjaga mangrove. Karena melestarikan alam juga merupakan bentuk ibadah yang nyata dan bermanfaat bagi kehidupan manusia maupun alam.

Mangrove bermanfaat untuk mencegah erosi dan abrasi pantai, berkontribusi mengurangi pemanasan global serta mampu menyerap emisi karbon 4 sampai 5 kali lebih besar daripada hutan daratan.

Mangrove juga menjadi tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa satwa tertentu hingga peredam tsunami. Selain itu, mangrove juga bernilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi usai menanam bibit pohon mangrove di Pasar Rawa Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (3/8). Penanaman 2020 pohon mangrove itu merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI dan sekaligus memperingati Hari Mangrove Sedunia.

“Melestarikan alam ini adalah ibadah. Kita kembalikan alam ini jadi baik. Kalau alam ini kita jaga, alam akan menjaga kita,” kata Gubernur yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi.

Rehabilitasi hutan mangrove bertujuan untuk menambah tutupan lahan guna mencegah banjir dan longsor, kekeringan dan kebakaran. Sebagai konservasi keanekaragaman hayati, penyerapan karbon dioksida di atmosfer serta antisipasi dalam memenuhi ketersediaan energi.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Usulkan Penerbangan Langsung ke Danau Toba

Provinsi Sumut sendiri memiliki hutan mangrove seluas 84.717 hektare yang tersebar di Kabupaten Deliserdang, Langkat, Batubara, Asahan, Labuhan Batu dan Mandailing Natal.

“Hutan mangrove Sumut sangat luas dan kita harus berkomitmen untuk terus berupaya menjaga kelestariannya,” kata Edy Rahmayadi.

Selain itu, perlu kontribusi dari semua pihak tanpa terkecuali, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Menurut Gubernur, rehabilitasi mangrove adalah upaya jangka panjang untuk menyelamatkan alam dari kerusakan, karena kelak generasi di masa depan yang akan merasakannya.

“Mari kita sama-sama jaga. Ini merupakan amanat dari Tuhan kepada kita semua untuk menjaganya. Ayo lanjutkan dan jangan berhenti di sini. Kita cari lingkungan yang sudah rusak kita perbaiki, Insha Allah saya akan cek ini,” kata Edy.

Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas sedunia. Berdasarkan peta mangrove nasional, Indonesia memiliki 3,1 juta hektare. Saat ini ada sekitar 2,6 juta hektare hutan mangrove dalam keadaan baik dan sekitar 0,67 juta hektare dalam keadaan kritis.

Hal tersebut antara lain dipicu oleh perluasan lahan tambak yang masif, alih fungsi lahan mangrove menjadi perkebunan, perumahan, industri maupun penebangan liar.

Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen merehab lahan mangrove yang rusak. Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Karliansyah mengatakan pihaknya telah menanami kembali sekitar 1.000 hektare mangrove yang rusak setiap tahun.

BACA JUGA:  Resmikan Kantor, Ketua FKPPI Langkat Santuni Anak Yatim

Namun itu memerlukan kontribusi setiap pihak, termasuk keterlibatan langsung masyarakat.

“Mari kita gelorakan semangat menanam mangrove, mengingat manfaatnya yang besar dan perlu peran serta semua eleman bangsa dalam merehab dan melestarikan mangrove. Kami mengajak semua pihak termasuk masyarakat,” ujar Karliansyah.

Plt Kadis Kehutanan Sumut Herianto menyampaikan, untuk pengelolaan kawasan hutan mangrove Pasar Rawa seluas 138 hektare diberikan kepada masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Pengolah Hutan Desa Pasar Rawa, melalui skema perhutanan sosial.

“Ini komitmen nyata dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam menyejahterakan rakyat. Kita harapkan kelesatrian mangrove terjaga sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat di kawasan hutan,” kata Herianto.

Acara penanaman bibit mangrove berlangsung lancar. Dengan mengenakan sepatu bot, Gubernur turun langsung ke lahan berlumpur untuk menanam mangrove bersama masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Pengolah Hutan Desa Pasar Rawa. Turut hadir Bupati Langkat Terbit Rencana, Wakapolda Sumut Dadang Hartanto, Kasdam I BB Didied Pramudito dan Wadan Lantamal 1 Belawan Sasmita. D|Med-54

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Dari Sumbar, Ketum KNPI Haris Pertama Bergerak ke Langkat & Aceh Bantu Korban Bencana
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Tujuh Jembatan Vital Langkat Dilanjutkan pada 2026
BMKG: Bahorok Rawan Banjir Bandang dan Longsor
Bobby Nasution Tinjau Proyek Multiyears yang Mangkrak di Langkat
Bobby Ajak Umat Hindu Siapkan SDM Unggul Antinarkoba
Gubernur Sumut Serahkan Asuransi Kepada 1.600 Nelayan di Langkat
Tindakan Tegas Polsek Tanjungpura: Amankan Pelaku Pungli di Perlintasan Rel Kereta Api
Pekan Imunisasi Dunia: TP PKK Langkat Dukung Peningkatan Cakupan Imunisasi

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 12:24 WIB

Usai Dari Sumbar, Ketum KNPI Haris Pertama Bergerak ke Langkat & Aceh Bantu Korban Bencana

Senin, 29 September 2025 - 12:58 WIB

Gubernur Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Tujuh Jembatan Vital Langkat Dilanjutkan pada 2026

Minggu, 28 September 2025 - 21:36 WIB

BMKG: Bahorok Rawan Banjir Bandang dan Longsor

Sabtu, 27 September 2025 - 22:37 WIB

Bobby Nasution Tinjau Proyek Multiyears yang Mangkrak di Langkat

Jumat, 5 September 2025 - 20:51 WIB

Bobby Ajak Umat Hindu Siapkan SDM Unggul Antinarkoba

Berita Terbaru