Medan-Mediadelegasi: Perjalanan hidup seseorang sering kali berliku dan penuh warna sebelum akhirnya menemukan panggilan hati yang sejati. Demikian pula yang dialami oleh Andes Radytya, yang resmi menyandang gelar Advokat pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, setelah mengucapkan sumpah jabatan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Medan.
Di tengah suasana pengambilan sumpah yang penuh haru dan kebahagiaan, Andes menceritakan perjalanan panjangnya kepada awak media. Ia mengawali karir sebagai seorang aktor film yang memerankan tokoh Jagat Satria dalam film Angling Dharma, serta sejumlah judul film kolosal lainnya yang pernah tayang di stasiun televisi Indosiar.
Namanya pun sempat dikenal publik ketika mencalonkan diri sebagai anggota lembaga perwakilan rakyat atau parlemen pada Pemilihan Umum Tahun 2019. Perjalanan hidupnya tidak berhenti di situ; ia juga pernah bekerja di perusahaan swasta dan kini dikenal sebagai pemilik atau pemegang usaha Synacarwashmedan.
“Menjadi aktor film, berkiprah di dunia politik, bekerja di perusahaan swasta, dan menjadi pengusaha saja dirasa belum cukup di tengah perkembangan zaman, perubahan budaya, serta tantangan yang terus berkembang,” ungkap Andes Radytya menjelaskan alasan kembali menempuh pendidikan dan profesi hukum.
Andes pun memiliki tekad yang bulat untuk meraih cita-cita tertinggi di bidang hukum. Ia ingin menjalani profesi sebagai penegak hukum agar kelak ilmu yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi keluarga besarnya dan sekaligus mengabdi di tengah masyarakat luas.
“Alhamdulillah, cita-cita saya untuk menjadi seorang Advokat akhirnya menjadi kenyataan pada hari ini,” ujar Andes dengan nada haru. Ia berjanji akan menjunjung tinggi kemuliaan profesi tersebut serta senantiasa memegang teguh isi sumpah yang baru saja diucapkannya.
Andes menyampaikan bahwa kelak ia akan menjadikan profesi Advokat sebagai penegak nilai-nilai keadilan dan kebenaran dalam setiap pekerjaannya. Langkah ini diambil sebagai wujud pelaksanaan amanah yang ditinggalkan oleh almarhum ibundanya tercinta.
Amanah tersebut berisi pesan agar ia senantiasa bekerja dengan baik, menghormati sesama manusia, dan yang terpenting adalah “memanusiakan manusia”. Ibunya juga berpesan agar kelak ia menjadi seorang Advokat yang berintegritas serta senantiasa memberikan yang terbaik bagi sesama.
Pesan mendiang ibundanya itulah yang menjadi pengingat terbesar bagi Andes dalam menjalankan profesi barunya. Ia ingin setiap langkah yang diambil kelak tidak sekadar mencari nafkah, melainkan juga menjadi sarana menebar kebaikan dan keadilan bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Di hadapan awak media, Andes menyampaikan tekadnya yang tegas dan penuh keyakinan. “Hari ini saya Andes Radytya berjanji akan membuktikan: sekalipun langit akan runtuh, meskipun langit akan musnah, keadilan harus tetap ditegakkan,” tegasnya menyampaikan prinsip hidup dan profesinya.
Prinsip tersebut sejalan dengan asas hukum yang dipegangnya, yaitu kesetaraan setiap orang di hadapan hukum. “Semua orang sama di depan hukum,” tambahnya, menegaskan bahwa keadilan tidak boleh memandang siapa dan dari mana seseorang berasal, melainkan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Dengan latar belakang pengalaman yang begitu kaya, Andes Radytya melangkah masuk ke dunia hukum dengan pandangan yang lebih luas dan kemanusiaan. Masyarakat pun berharap, kehadiran Andes sebagai Advokat dapat membawa angin segar dan penegakan hukum yang berkeadilan serta beradab. D|Red-Hendra.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Hendra
Editor : Alan







