Langkat-Mediadelegasi: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga di Kabupaten Langkat, terutama di Kecamatan Bahorok dan sekitarnya agar waspada terhadap potensi banjir dan longsor pada saat curah hujan tinggi sekitar November-Desember 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati saat melakukan rapat koordinasi secara daring bersama Gubernur Sumut Bobby Nasution, Bupati Langkat Syah Afandin, unsur Forkopimda Sumut, BPBD Sumut, Balai Wilayah Sungai (BWS), tokoh masyarakat dan Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) serta pihak terkait, di kawasan wisata Bahorok, Jumat (27/9).
“Koordinasi pengecekan aluran sungai di hulu harus segera dilakukan. Jika ada tumpukan longsor, segera lakukan evakuasi awal,” kata Dwikorita, seperti dilansir Mediadelegasi dari siaran pers Diskominfo Sumut.
Selain itu, ia menekankan pentingnya agar masyarakat diberi peringatan dini setiap hari, baik dari sistem nasional maupun kearifan lokal.
Berdasarkan catatan BMKG, sejak awal tahun 2025 gempa kecil sering terjadi dan menyebabkan pergerseran tanah dan longsor di hulu sungai.
Pergeseran tanah tersebut membuat adanya penumpukan material tanah dan pohon yang membentuk bendungan alamiah di hulu sungai.
BMKG juga memprediksi curah hujan tinggi akan turun mulai bulan November hingga akhir tahun di Kabupaten Langkat dan Karo.
Hal ini dapat membuat volume air tinggi dan menjebol bendungan alamiah yang terbentuk di hulu dan menyebabkan banjir bandang.
Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution, mengatakan perlunya segera dilakukan koordinasi kesiapsiagaan banjir bandang akibat bencana Hidrometeorologi Basah antara Pemerintah Provinsi Sumut, Pemkab Langkat dan stakeholder terkait.
“Kami ingin memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama dan meminimalisir risiko bencana yang mungkin terjadi. Masyarakat juga kami ajak aktif menjaga keselamatan dengan memahami ciri-cisri awal bencana,,” ujar Gubernur.
Menanggapi hal itu, Bupati Langkat Syah Afandin menyatakan bahwa rapat koordinasi ini sangat penting bagi daerahnya.
Dikatakan Bupati, kawasan destinasi wisata Bahorok sudah kali mengalami banjir bandang besar, yakni tahun 2003 dan 2023. D|red












