Tapanuli Utara-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk segera memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bukti legalitas usaha.
Sebab, NIB memberikan banyak manfaat bagi pelaku UMKM, seperti terdaftar dalam setiap program pemerintah.
“Dengan menjadi usaha formal atau telah memiliki dasar hukum jelas, pelaku UMKM akan lebih mudah mendapatkan bantuan, termasuk terkait dengan pembiayaan,” katanya di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli (Taput), Jumat (25/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bobby Nasution menyampaikan hal itu pada acara pembukaan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro (KPUM) yang digelar
di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kecamatan Siborongborong.
Dalam acara yang turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga, Gubernur memastikan kolaborasi antara pusat dan daerah terus berjalan demi pemberdayaan UMKM.
Ia mengakui masih banyak UMKM yang belum mengurus status legal mereka karena khawatir penghasilan dipotong pajak.
Padahal, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan (PPh) yang merupakan turunan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, pelaku UMKM yang memiliki omzet Rp500 juta setahun tidak dikenakan PPh final 0,5 persen.
Sejauh ini, kata dia, jumlah pelaku UMKM di Sumut yang sudah memiliki NIB baru sekitar tiga persen dari total sekitar 870 ribu unit UMKM.
Oleh karena itu, lanjut Bobby, pihaknya hingga saat ini fokus memformalkan UMKM yang masih berstatus informal di wilayah itu
Salah satunya dengan membantu pengurusan berbagai persyaratan termasuk pembuatan NIB.
Pada kesempatan itu, Bobby menilai penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, merupakan sebagai langkah konkret untuk mempercepat kemajuan UMKM di daerah.
“UMKM harus mampu menjadi penggerak utama menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya. D|Red












