Jakarta, mediadelegasi.id – Presiden China telah Xi Jinping tiba di Pyongyang, Korea Utara untuk menemui pemimpin negara Asia Timur itu Kim Jong Un, pada Senin (8/6/2026).
Lawatan ini merupakan kunjungan resmi pertama Xi ke sejak 2019. Dia dan rombongan akan berada di Korut selama dua hari.
“Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan Presiden Tiongkok, tiba di Pyongyang pada hari Senin untuk kunjungan kenegaraan ke Republik Demokratik Korea [Korut],” demikian laporan kantor berita Xinhua.
Presiden China Xi Jinping dan Kim dilaporkan akan menggelar pertemuan pada Senin pukul 15.00 waktu setempat.
Dalam tur tersebut, dia ditemani ibu negara China Peng Liyuan, Menteri Luar Negeri Wang Yi, dan pejabat tinggi Partai Komunis China (PKC), Cai Qi.
Sebelum terbang ke Korut, Xi sempat mengatakan hubungan kedua negara ada di titik awal sejarah baru, menghadapi peluang pembangunan baru, dan memikul misi baru zaman ini.
“Menjaga, memperkuat, dan mengembangkan hubungan China-Korea Utara selalu menjadi kebijakan teguh Partai Komunis China dan pemerintah China, ” kata Xi dalam laporan Xinhua.
Lebih lanjut, Xi mengatakan China siap bekerja sama dengan Korea Utara untuk mengarahkan hubungan bilateral dari perspektif strategis, menjaga relasi sesuai perkembangan zaman, dan mencapai perkembangan hubungan yang lebih besar.
Xi juga menekankan kedua pihak harus memperdalam komunikasi strategi seraya menyerukan untuk menjunjung tinggi tradisi baik pertukaran tingkat tinggi antara kedua partai dan kedua negara, serta menjaga kontak erat layaknya keluarga.
Dia lalu menyinggung kedua pihak hendaknya menjadikan peringatan ke-65 Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China-Korea Utara sebagai kesempatan, memperkuat pertukaran di semua tingkatan, mengimplementasikan konsensus penting, dan memberikan dorongan baru bagi perkembangan hubungan bilateral.
Xi juga mengatakan kedua negara harus memperkuat komunikasi dan saling belajar untuk mendorong perkembangan yang stabil dari perjuangan sosialis kedua negara.
“China dan Korea Utara harus saling mendukung dalam menempuh jalur sosialis yang sesuai dengan kondisi nasional masing-masing, menjaga keamanan politik kedua negara dengan teguh, terus memperluas pertukaran dan kerja sama antara kedua partai, serta memperdalam pertukaran pengalaman dan pembelajaran bersama tentang tata kelola partai dan negara,” ungkap Xi.(D-Red)







