Kuala Lumpur-Mediadelegasi : Perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia ke-68 yang jatuh pada 31 Agustus mendatang seharusnya menjadi momen persatuan bagi seluruh rakyat Malaysia. Namun, suasana ketegangan mewarnai perayaan ini akibat dua insiden pengibaran bendera Jalur Gemilang secara terbalik.
Kasus terbaru terjadi pada 9 Agustus di Penang, saat pemilik toko keturunan Tionghoa, Pang Chin Tian (59), ditangkap setelah polisi menerima sedikitnya 15 laporan. Pang mengaku tidak sengaja dan sudah meminta maaf, namun insiden tersebut tetap menyulut kemarahan di kalangan masyarakat.
“Setiap tahun saya mengibarkan bendera sejak 11 tahun lalu. Kali ini saya tak sadar memasangnya terbalik,” ujar Pang seperti dikutip The Straits Times. Sebelumnya, pada 1 Agustus, bendera Malaysia juga dikibarkan terbalik di sebuah sekolah dasar Tionghoa di Negeri Sembilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua peristiwa ini memicu perdebatan sengit di media sosial. Sebagian warga keturunan Tionghoa memilih tidak mengibarkan bendera tahun ini karena takut diintimidasi. Sejumlah tokoh menilai kasus ini tidak bisa dianggap sepele dan mencederai rasa hormat terhadap simbol negara.
Warga Malaysia, Shahriful Saiful (26), menegaskan bahwa kesalahan tersebut tidak bisa diterima. “Sejak sekolah kita diajarkan cara mengibarkan bendera dengan benar. Kalau terbalik, pasti ada maksud tertentu,” ujarnya.
Sementara itu, Profesor Kartini Aboo Talib dari Universitas Kebangsaan Malaysia melihat masalah ini sebagai cerminan kurangnya pemahaman dan apresiasi terhadap bahasa Melayu, patriotisme, dan pembangunan bangsa di sebagian komunitas non-Melayu.
Di sisi lain, Sekjen Partai Aksi Demokratik (DAP) Anthony Loke mengecam tekanan publik yang meminta Kejaksaan Agung menuntut Pang. Sebagai bentuk solidaritas, partainya mengibarkan bendera raksasa di luar toko Pang serta membagikan 831 bendera gratis kepada warga, angka yang merepresentasikan tanggal Hari Kemerdekaan, 31 Agustus.
Tema Hari Kemerdekaan Malaysia ke-68 tahun 2025 adalah “Malaysia Madani: Rakyat Disantuni”, yang menegaskan komitmen kerajaan dalam membina negara yang berteraskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan sosial.
Insiden pengibaran bendera terbalik ini diharapkan tidak memecah belah persatuan rakyat Malaysia. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap simbol negara dan nilai-nilai kebangsaan.
Peringatan Hari Kemerdekaan Malaysia ke-68 akan diadakan pada 31 Agustus di Putrajaya, dengan acara utama di Dataran Putrajaya. Semoga semangat patriotisme dan persatuan dapat terus dipertahankan dan diperkuat di kalangan rakyat Malaysia. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












