Papua-Mediadelegasi: Kerusuhan besar pecah di kawasan Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, pada Jumat malam (8/5/2026). Insiden ini bermula usai pertandingan sepak bola dan berakhir dengan kerusakan parah, di mana puluhan kendaraan terbakar serta fasilitas umum di kompleks stadion dirusak oleh massa yang emosional. Situasi sempat memanas dan tidak terkendali hingga akhirnya aparat keamanan turun tangan memulihkan ketertiban.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito, memberikan rincian lengkap terkait dampak dari kerusuhan tersebut. Berdasarkan data pendataan sementara yang dihimpun petugas, total ada 37 unit kendaraan bermotor yang mengalami kerusakan parah hingga hangus terbakar akibat aksi massa.
Rinciannya, sebanyak 3 unit kendaraan roda enam, 25 unit kendaraan roda empat, dan 9 unit kendaraan roda dua menjadi sasaran amarah massa. Selain kendaraan, pihak kepolisian juga mencatat ada empat item fasilitas utama di dalam kawasan stadion yang mengalami kerusakan berat. Hingga saat ini, tim masih terus melakukan pencatatan menyeluruh untuk menghitung nilai kerugian materiil secara pasti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi kejadian bermula saat berlangsungnya pertandingan sepak bola antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC yang dimulai pukul 17.00 WIT. Pertandingan berjalan sengit hingga babak pertama, dan pada menit ke-46, Adhyaksa FC berhasil mencetak gol sehingga unggul sementara dengan skor 1-0. Hasil ini bertahan hingga peluit akhir dibunyikan tepat pukul 19.00 WIT.
Tak lama setelah pertandingan usai, suasana yang tadinya mendukung mulai berubah tegang. Sekitar pukul 19.16 WIT, sejumlah suporter yang tidak terima dengan hasil pertandingan mulai turun ke pinggir lapangan dan melakukan pengejaran terhadap para pemain Adhyaksa FC beserta perangkat pertandingan, termasuk wasit yang memimpin laga tersebut.
Ketegangan semakin memuncak dan situasi berubah menjadi ricuh sekitar pukul 20.00 WIT. Massa yang berkumpul di sekitar stadion mulai meluapkan emosi dengan cara yang tidak terkendali. Mereka melakukan perusakan terhadap fasilitas-fasilitas penunjang di area publik dan mulai membakar kendaraan-kendaraan yang terparkir di sekitar lingkungan stadion.
Melihat situasi yang semakin memburuk dan berpotensi membahayakan keselamatan banyak pihak, Polda Papua segera mengerahkan kekuatan personel gabungan TNI-Polri ke lokasi. Pasukan keamanan dikerahkan untuk melakukan pengamanan ketat, mengendalikan massa, serta berupaya maksimal memulihkan situasi agar kerusakan tidak meluas ke pemukiman warga di sekitarnya.
“Personel gabungan langsung melakukan langkah pengamanan dan pengendalian massa guna mencegah situasi berkembang lebih luas. Berkat langkah cepat tersebut, situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe perlahan namun pasti berangsur aman dan kondusif kembali,” ungkap Kombes Cahyo dalam keterangannya pada Sabtu (9/5/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan dan keterangan saksi di lapangan, penyebab utama kericuhan ini dipicu oleh tingginya emosi serta kekecewaan mendalam sejumlah suporter. Mereka merasa kecewa dengan hasil akhir pertandingan dan menilai keputusan-keputusan yang diambil oleh wasit sangat merugikan tim kebanggaan daerah, Persipura Jayapura.
Selain faktor hasil pertandingan, kerumunan massa yang sangat besar di lokasi dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu. Oknum ini diduga sengaja melakukan provokasi, mengobarkan kemarahan, dan mengajak massa melakukan tindakan anarkis, sehingga kemarahan suporter berubah menjadi tindakan perusakan dan pembakaran yang merugikan banyak pihak.
Kombes Cahyo menyampaikan imbauan resmi dari pihak kepolisian kepada seluruh masyarakat dan para suporter sepak bola. Ia meminta agar masyarakat tetap mampu menahan diri, tidak mudah terhasut atau terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya, serta bersedia menyerahkan seluruh penanganan dan penyelidikan kasus ini kepada aparat keamanan yang berwenang.
Pihak kepolisian menegaskan akan mendalami kasus ini secara tuntas. Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap siapa saja pihak yang terlibat langsung dalam tindakan provokasi, perusakan, maupun pembakaran. Saat ini data terus dikumpulkan, termasuk kemungkinan adanya korban luka, dan aparat tetap bersiaga melakukan patroli untuk menjaga stabilitas keamanan pasca-kerusuhan. Situasi dinyatakan sepenuhnya aman kembali mulai pukul 23.45 WIT, diikuti apel konsolidasi personel pada pukul 00.20 WIT dini hari. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












