Indramayu-Mediadelegasi : Motif pembunuhan lima orang sekeluarga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Polisi menangkap dua pelaku berinisial R dan P yang melakukan aksi keji tersebut.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Kurniwan, motif pembunuhan berawal dari konflik antara R dan korban BA atau Budi terkait penyewaan mobil. R kesal karena Budi tidak mengembalikan uang sewa sebesar Rp 750.000 tepat waktu.
Aksi pembunuhan ini sudah direncanakan oleh R. Pada 29 Agustus, R mengajak P ke rumah korban dengan membawa besi pipa dan cangkul. R memukul Budi di bagian kepala dengan besi pipa hingga tersungkur, sementara P menjaga di luar rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah membunuh Budi, R melanjutkan aksinya dengan membunuh ayah Budi, Sachroni, istri Budi, Euis, dan anaknya yang berusia 7 tahun. P melakukan pembunuhan terhadap anak kedua Budi, bayi berumur 8 bulan, dengan cara dibenamkan ke bak mandi.
Setelah melakukan aksinya, R dan P melarikan diri ke sebuah hotel dan membawa mobil korban. Keesokan harinya, mereka kembali ke rumah korban untuk menguburkan jasad-jasad korban di belakang rumah.
Polisi berhasil menangkap R dan P di wilayah Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, pada Senin (8/9) dini hari. Sebelum ditangkap, kedua pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Jawa Tengah.
Pembunuhan berdarah ini terjadi pada 29 Agustus 2024, dan jasad korban ditemukan pada 1 September 2024. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap R dan P.
Dengan penangkapan R dan P, polisi berharap dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban dan menutup kasus pembunuhan berdarah ini .D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












