Hujan Deras Melanda, Tiga Kecamatan di Nagan Raya Terendam Banjir

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan menggunakan perahu karet saat melakukan proses evakuasi warga di wilayah yang terendam banjir akibat meluapnya sungai di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Air bah berwarna keruh terlihat menggenangi jalan dan pemukiman, mengganggu aktivitas masyarakat serta memutus akses transportasi. Foto: Ist.

Tim gabungan menggunakan perahu karet saat melakukan proses evakuasi warga di wilayah yang terendam banjir akibat meluapnya sungai di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Air bah berwarna keruh terlihat menggenangi jalan dan pemukiman, mengganggu aktivitas masyarakat serta memutus akses transportasi. Foto: Ist.

Nagan Raya-Mediadelegasi: Curah hujan yang sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, sejak dua hari terakhir memicu terjadinya banjir besar. Akibatnya, tiga kecamatan di daerah tersebut kini terendam air dan mengganggu aktivitas warga, Kamis (7/5/2026).

Tiga wilayah yang terdampak langsung adalah Kecamatan Seunagan Timur, Kecamatan Tadu Raya, dan Kecamatan Darul Makmur. Banjir ini terjadi akibat meluapnya beberapa sungai besar yang mengalir di kawasan tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, Rinaldi Irfandi, melalui petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), Agus, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, hujan deras yang disertai angin kencang menjadi penyebab utama naiknya permukaan air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda Kabupaten Nagan Raya sejak dua hari terakhir, menyebabkan debit air Sungai Kuku, Sungai Tadu, dan Sungai Tripa meluap dan menggenangi permukiman masyarakat,” ujar Agus.

BACA JUGA:  Gelembung Gas Ditemukan Pasca Banjir Nagan Raya

Dampak dari banjir ini sangat terasa bagi kelancaran transportasi. Salah satu jalur vital yang terputus adalah jalan lintas utama yang menghubungkan Meulaboh dan Tapaktuan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas terhenti total dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

Hingga berita ini diturunkan, air bah masih terlihat menggenangi rumah-rumah warga dan area publik. Pihak BPBD saat ini sedang bekerja keras di lapangan untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan serta melakukan pendataan kerugian akibat bencana.

“Tim BPBD sedang melakukan evakuasi korban banjir dan asesmen terhadap dampak banjir,” tambah Agus lebih lanjut.

Salah seorang warga setempat, Ardiansyah, menceritakan kesulitan yang ia alami akibat banjir ini. Ia mengaku terjebak dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa karena jalanan sudah tidak bisa dilewati.

BACA JUGA:  BBMKG: Danau Toba Diprediksi Diguyur Hujan

“Dan kami terjebak dan terpaksa tidak bisa menuju lokasi seperti biasa,” ungkapnya.

Tidak hanya mengganggu mobilitas warga, banjir ini juga memaksa sejumlah lembaga pendidikan untuk menunda kegiatan belajar mengajar. Sejumlah sekolah bahkan memutuskan untuk meliburkan siswa demi keamanan.

“Selain itu sejumlah sekolah diliburkan. Pesantren yang terendam banjir juga tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa,” tambah Ardiansyah menjelaskan kondisi di lingkungannya.

Sampai saat ini belum ada informasi resmi mengenai jumlah kerugian materiil maupun korban jiwa. Namun, pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana terus memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air, mengingat hujan masih dikhawatirkan akan terus turun dalam beberapa waktu ke depan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilu, Ibu Baru Melahirkan di Pandeglang Harus Ditandu Pakai Bambu dan Sarung Akibat Jalan Rusak Parah
Gugatan Ijazah Jokowi Ditolak PTUN: Tak Berwenang dan Lewat Waktu, Bonatua Kecewa tapi Tak Menyerah
Menteri Keuangan Beri Tenggat 6 Bulan Bawa Pulang Aset Luar Negeri, Tegas: Tak Ada Lagi Tax Amnesty
Viral Insiden Penilaian LCC Empat Pilar Kalbar, Pimpinan MPR Minta Maaf dan Janji Evaluasi Total
Rapat Pleno Perdana PPI: Kokohkan Persaudaraan dan Peran Strategis Keluarga Besar PARNA
Viral Harga Pertalite Tanpa Subsidi Rp16.088, Pertamina: Itu Wewenang Pemerintah
Hadir Sidang Kasus Nadiem Makarim, Rocky Gerung: Saya Cek Nalar Hukumnya Bersih atau Ada ‘Karat Politik’
Minta Prabowo Hapus Kasta Guru, Lalu Hadrian: Semua Harus Jadi PNS

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:29 WIB

Pilu, Ibu Baru Melahirkan di Pandeglang Harus Ditandu Pakai Bambu dan Sarung Akibat Jalan Rusak Parah

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:08 WIB

Gugatan Ijazah Jokowi Ditolak PTUN: Tak Berwenang dan Lewat Waktu, Bonatua Kecewa tapi Tak Menyerah

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:59 WIB

Menteri Keuangan Beri Tenggat 6 Bulan Bawa Pulang Aset Luar Negeri, Tegas: Tak Ada Lagi Tax Amnesty

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:41 WIB

Viral Insiden Penilaian LCC Empat Pilar Kalbar, Pimpinan MPR Minta Maaf dan Janji Evaluasi Total

Senin, 11 Mei 2026 - 17:04 WIB

Viral Harga Pertalite Tanpa Subsidi Rp16.088, Pertamina: Itu Wewenang Pemerintah

Berita Terbaru

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Samsul Tanjung, ST., MH, menyampaikan amanah Bupati saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Pemkab Labura Gelar FGD, Ancaman Kamtibmas dan Narkoba di bahas

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:47 WIB