Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS, Optimisme Penyelesaian Shutdown di AS Jadi Pemicu

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS. Foto: Ist.

Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren pelemahan pada pembukaan perdagangan Rabu, (12/11/2025). Rupiah terpantau susut 22 poin atau 0,13% ke posisi 16.716 per dolar AS dari sebelumnya 16.694.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah ini didorong oleh meningkatnya optimisme investor terhadap potensi penyelesaian penutupan pemerintah (government shutdown) di Amerika Serikat (AS).

Ia mengatakan bahwa rupiah melemah karena permintaan global terhadap dolar AS menguat, sehingga memperkuat posisi mata uang Paman Sam tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peningkatan permintaan ini didorong oleh meningkatnya optimisme investor atas potensi penyelesaian penutupan pemerintah AS yang mendorong minat terhadap aset berdenominasi dolar AS,” ujarnya.

Josua memprediksi bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di kisaran 16.625-16.725.

Seperti dikutip dari Anadolu, Senat AS telah memutuskan untuk mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang mengakhiri penutupan pemerintah (government shutdown) terlama yang pernah ada, yakni memasuki hari ke-41.

BACA JUGA:  11 Tips Hindari Kejahatan Digital Banking

Dengan suara 60-40, Senat mengesahkan RUU Alokasi dan Perpanjangan Berkelanjutan 2026, sebagaimana telah diamandemen.

Undang-undang tersebut mencakup paket alokasi dana selama tiga tahun yang mencakup lembaga dan program penting, sekaligus memulihkan pegawai federal yang kehilangan posisi mereka selama penutupan.

Majelis tinggi sedang mengirimkan RUU tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk persetujuan akhir.

Pada hari ini, majelis rendah akan kembali bersidang untuk pertama kalinya sejak 19 September setelah Ketua DPR AS, Mike Johnson, mendesak para anggota parlemen pada Senin, 10 November 2025, untuk mulai kembali menyelesaikan penutupan pemerintahan yang terus mengganggu perjalanan udara di seluruh negeri.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mencatat bahwa rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 40 poin pada perdagangan Selasa sore, 11 November 2025, yang sempat melemah 55 poin di level 16.694 dari penutupan sebelumnya di level 16.654.

BACA JUGA:  Penguatan Rupiah Dipengaruhi Sikap Terbaru Trump

“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 40 poin sebelumnya sempat melemah 55 poin di level Rp 16.694 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.654,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).

Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan besok, rupiah fluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang 16.690 -16.730.

Adapun faktor yang mempengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah di antaranya, faktor eksternal senat AS pada Selasa malam mengesahkan RUU untuk membuka pendanaan pemerintah dan mengakhiri penutupan pemerintah atau shutdown pemerintah AS yang telah berlangsung lama.

Faktor lainnya yakni pasar terlihat terus-menerus memperkirakan ekspektasi penurunan suku bunga AS pada bulan Desember, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi, yang kemungkinan akan dirasakan oleh The Fed.

Selain itu, bank sentral juga telah meremehkan ekspektasi penurunan suku bunga pada Desember dalam pertemuannya pada Oktober. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkeu Purbaya Bongkar Isu Internal: Ada yang Fitnah Saya Nggak Bisa Bahasa Inggris
IHSG Ambruk 6,61% ke Level 7.129, Asing Borong Jual Rp 2 Triliun dalam Seminggu
MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi
Menkeu Purbaya Akan Investigasi Mendalam Implementasi KUR, Ancam Sanksi Berat Bank yang Persulit UMKM
Kementerian PKP Dorong Pembangunan Rumah Vertikal untuk Atasi Kawasan Kumuh
Volkswagen ID.3 GTX FIRE+ICE Diproduksi Terbatas
Prabowo dan Pemimpin Dunia Hadiri Parade Militer China, Perkuat Hubungan Internasional
Galaxy Z Flip7, Kekuatan AI dalam Genggaman

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 15:19 WIB

Menkeu Purbaya Bongkar Isu Internal: Ada yang Fitnah Saya Nggak Bisa Bahasa Inggris

Sabtu, 25 April 2026 - 14:55 WIB

IHSG Ambruk 6,61% ke Level 7.129, Asing Borong Jual Rp 2 Triliun dalam Seminggu

Senin, 22 Desember 2025 - 12:20 WIB

MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi

Rabu, 12 November 2025 - 11:57 WIB

Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS, Optimisme Penyelesaian Shutdown di AS Jadi Pemicu

Rabu, 5 November 2025 - 16:24 WIB

Menkeu Purbaya Akan Investigasi Mendalam Implementasi KUR, Ancam Sanksi Berat Bank yang Persulit UMKM

Berita Terbaru

Foto bersama usai Penandatanganan MoU KPAD Labuhanbatu Utara dan Ponpes Arkanuddin, Rabu (7/5/2026). Tampak jajaran KPAD, pimpinan pesantren, serta para asatidz berfoto bersama, menandai dimulainya sinergi perlindungan anak demi lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak. Foto: GS

Kabupaten Labuhan Batu Utara

KPAD Labura Perkuat Sinergi Perlindungan Anak Bersama Ponpes Arkanuddin Pulo Dogom

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:35 WIB