Ekonom INDEF: Libatkan UMKM Sebanyak Mungkin dalam Program Makan Bergizi Gratis!

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Foto:Ist)

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Didin S Damanhuri, mendorong agar semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini memiliki potensi besar untuk membantu meningkatkan pemerataan kesejahteraan di tengah masih tingginya ketimpangan pendapatan masyarakat.

“Pelaksanaan MBG harus sebisa mungkin melibatkan para pelaku UMKM, sebanyak-banyaknya pelaku UMKM. Itu prinsip keadilannya,” ujar Didin dalam Seminar Nasional Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: Menata Ulang Arah Ekonomi Berkeadilan di Jakarta, Kamis (20/11).

Didin menjelaskan bahwa jika semakin banyak UMKM yang terlibat, maka dampak ekonomi dari program MBG dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Hal ini akan membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku UMKM, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, keterlibatan UMKM juga sejalan dengan poin ke-6 Asta Cita yang mencita-citakan pemerataan ekonomi. Asta Cita merupakan visi pembangunan yang ingin dicapai oleh pemerintahan Presiden Prabowo.

BACA JUGA:  Jaga Jantung Sehat: 4 Makanan Alami Ini Bantu 'Bersihkan' Arteri dari Plak Penyebab Penyakit Kardiovaskular

Karenanya, Didin menekankan bahwa pemerintah perlu merinci arahan agar keterlibatan UMKM semakin meningkat pada program MBG. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan kepada UMKM agar mereka dapat memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan dalam program MBG.

“Cita-cita Presiden Prabowo ingin pertumbuhan lewat pemerataan, maka orientasi pembangunan inklusif harus dirinci. Misalnya untuk MBG, cita-cita menurunkan stunting harus ada persiapan dan melibatkan sebanyak-banyaknya UMKM,” ujarnya.

Tak hanya MBG, Didin juga menilai bahwa program-program prioritas Prabowo lainnya, seperti swasembada pangan, serta penempatan dana Rp 200 triliun di bank-bank BUMN, juga dapat dioptimalkan manfaatnya untuk kesejahteraan rakyat.

Salah satu caranya adalah dengan bank mengutamakan penyaluran kredit dari penempatan dana itu untuk pengembangan dan penguatan UMKM. Dengan demikian, UMKM dapat memiliki akses yang lebih mudah terhadap modal usaha, sehingga dapat meningkatkan produksi dan daya saing mereka.

BACA JUGA:  Pematangsiantar Percepat Distribusi Program MBG

Didin berharap bahwa pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mendorong keterlibatan UMKM dalam program-program prioritas pemerintah. Hal ini akan membantu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Dengan melibatkan UMKM secara aktif, program MBG dan program-program prioritas lainnya dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada UMKM dan memastikan bahwa mereka dapat berpartisipasi secara optimal dalam pembangunan ekonomi Indonesia.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Jantung Sehat: 4 Makanan Alami Ini Bantu ‘Bersihkan’ Arteri dari Plak Penyebab Penyakit Kardiovaskular

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 19:23 WIB

Ekonom INDEF: Libatkan UMKM Sebanyak Mungkin dalam Program Makan Bergizi Gratis!

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:42 WIB

Jaga Jantung Sehat: 4 Makanan Alami Ini Bantu ‘Bersihkan’ Arteri dari Plak Penyebab Penyakit Kardiovaskular

Berita Terbaru