Tak Kenal Facebook, Apalagi TikTok

- Penulis

Sabtu, 19 September 2020 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi|mediadelegasi

Ilustrasi|mediadelegasi

BEGITU tamat SMA, sekolah ke kota menjadi kebanggaan anak desa tak terkecuali Nisa. Meski angan ini tergantung kemampuan uang orangtua. Apalagi bagi seorang anak perempuan, kebanyakan orangtua sulit melepasnya, termakan dengan cerita, hiruk-pikuk kota yang cukup mengabaikan cara-cara yang mentradisi di desa.

Nisa juga tidak percaya kalau orangtuanya memberikan izin sekolah ke kota. Bukan hanya karena level ekonomi keluarga yang amat rendah, tapi sang bunga desa yang hidup dalam pingitan keluarga, membuat niatan Nisa sekolah ke kota bagai angan belaka.

Sekolah di madrasah aliyah swasta sudah termasuk hal yang luar biasa bagi dia. Maklum saja, sulung dari lima bersaudara bukan dari keluarga berada. Ayahnya bekerja di sawah meminjam lahan tetangga, harus berbagi hasil panen dengan toke pupuk dan pemilik petak sawah. Sedangkan ibunya jualan pecal keliling desa dengan bersepeda.

BACA JUGA:  Nisa, Jadi Istri Dosen Beranak Dua

Ponsel android dia tak punya, terkadang menjadi ejekan teman-temannya. Dia tidak mengerti facebook, WApp, instagram apalagi tiktok. Kesehariannya pergi ke sekolah, pulang dan membantu meracik pecal untuk jualan emaknya.

Di madrasah, gadis desa ini menjadi perhatian guru-gurunya. Kecerdasan yang dimilikinya membuat wanita ini lebih sempurna mengisi wajah jelita, berkulit putih dengan postur tubuh yang cukup untuk ukuran tinggi menjadi polisi.

Meski Nisa memiliki cita-cita kecilnya menjadi pengacara. Ini sesuai dengan karakternya yang bijak dalam berbicara, namun terkesan acuh terhadap teman-temanya yang lebih dekat dengan dunia maya. Cerdas cermat tingkat kabupaten dia juara, membawa nama harum madrasah tempatnya menimba ilmu pengetahuan untuk bekal masa depannya.

BACA JUGA:  Menempati Kamar Faviliun

Hingga tamat Madrasah Aliyah Swasta, Nisa benar-benar tidak sempat mengenal cinta apalagi asmara. Meski di usia pubertas, Nisa bukan hanya dilirik para pria teman sekolahnya, anak muda desa tak sedikit mencari perhatian Nisa, termasuk guru muda di sekolahnya. *bersambung Sabtu depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Pagar Tambak di Deliserdang Dipolisikan, Kadis LHK Sumut Bakal Lapor ke Gubsu
Wartawan Tergerus Jaman
Fix! Makan Bergizi Gratis akan mulai bulan januari tahun depan
Nisa, Jadi Istri Dosen Beranak Dua
Menempati Kamar Faviliun
Wajah Natural Busana Seadanya
Utang Mantan Kepala Desa Jadi Modal Kuliah
Nisa, Anak Desa Jadi Istri Kedua

Berita Terkait

Minggu, 2 Maret 2025 - 16:31 WIB

Bongkar Pagar Tambak di Deliserdang Dipolisikan, Kadis LHK Sumut Bakal Lapor ke Gubsu

Senin, 30 Desember 2024 - 21:04 WIB

Wartawan Tergerus Jaman

Kamis, 24 Oktober 2024 - 14:11 WIB

Fix! Makan Bergizi Gratis akan mulai bulan januari tahun depan

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 08:50 WIB

Nisa, Jadi Istri Dosen Beranak Dua

Minggu, 11 Oktober 2020 - 03:30 WIB

Menempati Kamar Faviliun

Berita Terbaru