Utang Mantan Kepala Desa Jadi Modal Kuliah

- Penulis

Sabtu, 26 September 2020 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi|mediadelegasi

Ilustrasi|mediadelegasi

HINGGA tamat Madrasah Aliyah Swasta, Nisa benar-benar tidak sempat mengenal cinta apalagi asmara. Di pikirannya bagaimana bisa kuliah. Meski di usia pubertas, Nisa bukan hanya dilirik para pria teman sekolahnya, anak muda desa tak sedikit mencari perhatian Nisa, termasuk guru muda di sekolahnya.

Nisa menyadari, sebagai anak yang tak berada harus lebih memburu cita-citanya, merubah marwah keluarga lebih baik dari sediakala. Jelang tamat dari Aliyah, Nisa mendapat undangan untuk kuliah di kota. Harapan nyata membuka jalan menggapai cita-citanya sebagai pengacara.

Meski begitu, Nisa sulit percaya kalau dia bisa kuliah. Undangan yang diperoleh Nisa dari madrasah dia sampaikan kepada orangtuanya. Namun itu justru membuat ayah dan emaknya bingung dan hanya membisu tanpa bahasa. “Bagaimana nanti kelangsungan pembiayaan kuliahmu, dengan kondisi keuangan keluarga kita yang pas-pasan. Belum lagi biaya adik-adikmu yang juga harus terus sekolah, paling tidak mereka juga harus tamat SMA,” sebut ayahnya bagai menyesali ketidakmampuan keluarga.

BACA JUGA:  Wajah Natural Busana Seadanya

Emaknya juga tidak sanggup bicara, hanya melantun kata. “Kalau Tuhan mengizinkannya, Nisa pasti bisa kuliah, percaya sajalah,” ketus emaknya sambil menggiling kacang bumbu pecal jualannya.

Keseriusan Sang Ayah

Nisa merasa bergairah penuh asa. Pikirannya pun jauh menerawang menembus sebuah kota, suasana yang kerap dia saksikan dari layar televisi swasta milik tetangga. Kota, pasti ramainya luar biasa, apakah aku bisa hidup di sana, khayal Nisa mengarahkan biji matanya ke jendela.

BACA JUGA: Tak Kenal Facebook, Apalagi TikTok

Nisa menjawab sendiri pertanyaan yang melingkar di kepalanya. “Bisa”, sebut Nisa mengusik keseriusan ayahnya, tengah memilah-milah pupuk buah untuk padinya di sawah.

Nisa memaksa bibirnya untuk bicara. Meminta dukungan ayah dan emaknya mencarikan uang secukupnya sebagai modal berangkat kuliah ke kota. Ayah dan emaknya meminta waktu untuk memikirkan dan mencari caranya, karena mereka keluarga tak punya.

BACA JUGA:  Tak Kenal Facebook, Apalagi TikTok

Tekad Nisa akhirnya berjawab juga. Meski padi sawah dengan pembagian panen yang tak seberapa harus menunggu dua bulan lagi lamanya, memberanikan ayahnya menemui dan meminjam uang kepada seorang pengusaha, mantan kepala desa.

Alasan untuk biaya awal Nisa kuliah ke kota, membuat pengusaha desa itu sedikit terhenyak dan memberikan kelonggaran pinjaman yang pembayarannya kapan saja bisa, tidak harus tergesa-gesa. Mantan kepala desa itu mengaku tulus membantu meminjamkan uang untuk pembiayaan Nisa, karena dua putranya malah tidak ada yang mau kuliah.

*Bersambung Sabtu Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Pagar Tambak di Deliserdang Dipolisikan, Kadis LHK Sumut Bakal Lapor ke Gubsu
Wartawan Tergerus Jaman
Fix! Makan Bergizi Gratis akan mulai bulan januari tahun depan
Nisa, Jadi Istri Dosen Beranak Dua
Menempati Kamar Faviliun
Wajah Natural Busana Seadanya
Tak Kenal Facebook, Apalagi TikTok
Nisa, Anak Desa Jadi Istri Kedua

Berita Terkait

Minggu, 2 Maret 2025 - 16:31 WIB

Bongkar Pagar Tambak di Deliserdang Dipolisikan, Kadis LHK Sumut Bakal Lapor ke Gubsu

Senin, 30 Desember 2024 - 21:04 WIB

Wartawan Tergerus Jaman

Kamis, 24 Oktober 2024 - 14:11 WIB

Fix! Makan Bergizi Gratis akan mulai bulan januari tahun depan

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 08:50 WIB

Nisa, Jadi Istri Dosen Beranak Dua

Minggu, 11 Oktober 2020 - 03:30 WIB

Menempati Kamar Faviliun

Berita Terbaru