Samosir-Mediadelegasi: Fery Barus, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Samosir, Kamis (19/5), tidak dapat ditemui wartawan.
Selasa 10 Mei, pekan lalu, wartawan juga datang ke kantor BPKPD untuk mempertanyakan tentang pembayaran pembebasan lahan proyek Tano Ponggol. Tujuan kedatangan wartawan mempertanyakan tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kabarnya Kabupaten Samosir mendapatkan 20 persen dari hasil penjualan tiket masuk ke obyek wisata Sibeabea yang berada di Kecamatan Harian.
Alhasil, wartawan tidak bisa bertemu dengan kepala badan. Ketika ditanya kepada Serly Munte selaku Sekretaris BPKPD mengatakan, bahwa pada saat itu kepala badan sedang mendampingi anggota DPRD Samosir ke Bali.
Kemudian, Senin (16/5), wartawan kembali mendatangi kantor itu. Kepala badan sedang berada di ruang kerjanya, namun saat wartawan meminta ijin bertemu, salah satu staf dikantor itu mengatakan, bahwa pimpinannya itu sedang sibuk menandatangani berkas dana desa. “Kata bapak, besok aja bisa ketemu,” singkatnya.
Sesuai janji, esoknya Selasa (18/5), wartawan kembali datang, namun tak juga ketemu.
Kemudian pada hari Kamis (19/5), wartawan masih juga tidk berhasil menemui kepala badan, lagi lagi salah satu stafnya mengatakan bahwa kepala bagian dalam keadaan sibuk membuat laporan, tanpa menyebutkan laporan apa.
Ketika wartawan menghubungi lewat selulernya, ke nomor 08212498XXXX, telepon berdering namun tidak diangkat. Hingga berita ini dikirim ke redaksi, Fery Barus belum bisa ditemui. D|Sam-59






