Langkat – Mediadelegasi: Tindakan penghalangan berupa intervensi maupun ancaman terhadap media masa apapun alasannya, tidak dapat dibenarkan. Sebab dalam menjalankan tugasnya, seorang wartawan mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya secara tegas yang diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers.
Hal itu ditegaskan Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Langkat, Darwis Sinulingga, menyikapi dugaan pembakaran rumah Sabarsyah (65) seorang Wartawan Senior di Jalan Bantara Raya, Lingkungan XII Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Minggu (13/6) Dinihari, sekira pukul 00.05 Wib.
“Pastinya kita sangat mengutuk aksi teror yang dilakukan oleh oknum oknum terhadap wartawan maupun keluarganya, seperti intimidasi yang dirasakan wartawan di Binjai, dimana rumahnya dan sekaligus menjadi tempat tinggal anaknya yang juga wartawan, dibakar oleh Orang Tidak Dikenal,” kata Darwis Sinulingga, dalam siaran persnya, Senin (14/6) Pagi.
Sebagai sesama Jurnalis, pria berperawakan tinggi ini juga menegaskan, wartawan tidak boleh mengalami intimidasi dan kekerasan saat meliput suatu peristiwa, termasuk demontrasi. Sebab, Pers juga bekerja sesuai dengan kode etik Jurnalistik.
“Kekerasan kepada wartawan sangat disayangkan, apalagi sampai membakar rumahnya. Pers bekerja dengan Kode etik Jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut Wartawan senior ini, pastinya ada ancaman Pidana kepada mereka yang mencoba menghalang halangi atau pun mengintimidasi fungsi dan kerja Pers.
“Intimidasi kepada wartawan bertententangan dengan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Wartawan memiliki hak untuk menjalankan kerja jurnalistik,” ungkap Darwis Sinulingga.