Sementara Apple masih dalam tahap pengembangan chatbot, OpenAI, pengembang ChatGPT, justru berencana untuk meningkatkan kemampuan ChatGPT dengan mengintegrasikannya ke dalam sebuah peramban baru. Peramban ini akan menampilkan antarmuka ChatGPT yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan chatbot tersebut.
Peramban berbasis Chromium, mesin sumber terbuka Google, ini akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih terintegrasi dan seamless. Dengan mengintegrasikan ChatGPT langsung ke peramban, OpenAI berharap dapat meningkatkan jangkauan dan utilitas ChatGPT bagi pengguna internet. Langkah ini juga dapat menjadi ancaman bagi Apple yang masih dalam tahap pengembangan chatbot AI-nya.
Persaingan di dunia teknologi chatbot AI semakin memanas. Langkah Apple untuk mengembangkan chatbot AI-nya sendiri menunjukkan ambisi perusahaan untuk tetap berada di garis depan inovasi teknologi.
Namun, tantangan besar menanti Apple, terutama dalam hal kecepatan pengembangan dan integrasi dengan layanan yang sudah ada. Pertarungan antara Apple dan OpenAI, serta para pemain lain di industri ini, akan sangat menarik untuk disimak.









