Penyebab kecelakaan diduga karena sopir mengantuk atau tidak menguasai medan jalan. “Dari informasi penumpang, sopir beberapa kali menanyakan arah jalan selama perjalanan. Ada kemungkinan ia kelelahan atau tidak paham jalur tol,” jelas Ruci.
Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan berharap sopir segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Sopirnya melarikan diri usai kejadian. Kami sedang menyelidikinya,” kata Ruci.
Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar atlet karate Sumut yang tengah mempersiapkan diri untuk berlaga di ajang kejuaraan. Aparat kepolisian memastikan penyelidikan terus berjalan, terutama untuk menemukan sopir bus yang bertanggung jawab dalam kecelakaan ini.
Rombongan atlet Shindoka Sumut ini baru saja mengikuti Kejuaraan Road to National & Internasional Shukaido Karate Open Series 1 Tahun 2025 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Padang pada 5-7 September.
Seluruh korban, baik yang mengalami luka maupun meninggal dunia, telah dievakuasi ke Medan, Sumatera Utara. Tidak ada lagi korban yang dirawat di rumah sakit di Sumbar.D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






