Bansos Bukan Program Seumur Hidup, Mensos Gus Ipul Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan bansos bukan program seumur hidup dan akan dievaluasi setiap lima tahun sekali. (Foto: Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) bukan program seumur hidup. Bansos bersifat sementara untuk memenuhi kebutuhan dasar sebelum diarahkan menuju pemberdayaan. Hal ini disampaikan Gus Ipul dalam dialog bersama pilar-pilar sosial dari Kabupaten Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek, Jawa Timur.

Gus Ipul menekankan bahwa bansos memiliki peruntukan yang jelas dan tidak bisa digunakan seenaknya. Misalnya, bantuan Rp750.000 per tiga bulan bagi ibu hamil digunakan untuk asupan gizi, atau bantuan untuk bayi 0-6 tahun, lansia, dan penyandang disabilitas sesuai kebutuhan masing-masing.

Pendamping memiliki tugas membina keluarga penerima manfaat agar memanfaatkan bansos sesuai peruntukannya. Gus Ipul juga menyampaikan keprihatinannya terkait temuan lebih dari 600.000 penerima bansos yang terindikasi terlibat judi online, di mana sekitar 300.000 di antaranya adalah penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Sebanyak 230.000 penerima bansos yang terindikasi terlibat judi online sudah langsung diputus penyalurannya. Sisanya masih dalam proses penyelidikan, termasuk kemungkinan data mereka disalahgunakan pihak lain.

Evaluasi dan pemutakhiran data bansos dilakukan secara berkala bekerja sama dengan BPS, pemerintah daerah, dan berbagai pihak. Data terbaru dari BPS menjadi acuan penyaluran bansos setiap triwulan. Gus Ipul menekankan bahwa data bansos sangat dinamis, sehingga perlu diperbarui secara terus-menerus.

Dalam dialog tersebut, para pendamping PKH menyampaikan berbagai masukan terkait beban kerja dan tantangan lapangan. Seorang pendamping dari Ponorogo mengungkapkan bahwa tugas mereka sering menumpuk pada waktu bersamaan, mulai dari pendampingan Sekolah Rakyat, pemeriksaan pertumbuhan anak, monitoring sosial, hingga penanganan kasus.

Gus Ipul mengakui beratnya beban kerja para pendamping dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka. Ia berharap ada penjadwalan yang lebih terstruktur agar para pendamping dapat menjalankan tugas dengan lebih optimal.

Gus Ipul juga menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan pilar-pilar sosial dalam menjalankan program bansos. Ia berharap agar seluruh pilar sosial terus menjaga integritas, bekerja sesuai aturan, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

Dengan demikian, diharapkan penyaluran bansos dapat tepat sasaran dan pemberdayaan masyarakat dapat tercapai. Gus Ipul menutup dialog dengan ajakan agar seluruh pilar sosial terus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Pos terkait