Medan-Mediadelegasi: Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan gempa dirasakan kuat oleh warga setempat, menyebabkan kerusakan dan kepanikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa lima rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Salah satu rumah yang mengalami kerusakan parah adalah milik Sumarno, warga Kelurahan Ploso. Bagian atap dan dinding rumahnya roboh akibat guncangan gempa.
Gempa Pacitan: Satu Orang Meninggal Dunia
Selain kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan satu orang warga meninggal dunia. Korban bernama Joko Santoso, berasal dari Ngadirojo, Pacitan. Ia dilaporkan meninggal dunia akibat syok saat gempa terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beliau sebenarnya sudah berhasil menyelamatkan diri berkumpul bersama warga yang lain bahkan setelah gempa selesai beliau sempat berbincang-bincang dengan tetangganya. Nah ketika berdiri beliau langsung ambruk. Diagnosa sementara dari Puskesmas, beliau terkena gejala strok,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Endriatmoko.
Erwin menambahkan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap korban gempa. Hingga Jumat pagi, warga mulai membersihkan puing-puing rumah yang rusak. BPBD Pacitan juga telah mendirikan posko pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya rusak atau merasa khawatir untuk kembali ke rumah.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/proyek-waterfront-city-samosir-diduga-dikorupsi/
Gempa bumi ini juga dirasakan di beberapa wilayah lain di Jawa Timur, seperti Trenggalek, Ponorogo, dan Madiun. Namun, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa di wilayah-wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Pacitan telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan dan penyaluran bantuan kepada korban gempa.
BPBD Pacitan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya.
Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan. Bantuan tersebut berupa tenda pengungsian, selimut, makanan, dan obat-obatan.
Gempa bumi di Pacitan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk melindungi diri saat terjadi gempa bumi. Pemerintah juga perlu meningkatkan upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko dan dampak dari bencana alam. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












