Bobby Nasution: “Ayo Tanam Pohon Kembali”

Bobby Nasution: "Ayo Tanam Pohon Kembali”
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution melakukan penanaman pohon di sela meninjau penyebab banjir bandang di kota wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Jumat (28/3). Foto: Diskominfo Sumut

Simalungun-Mediadelegasi:  Gubernur Sumut  Bobby Afif  Nasution  mengajak masyarakat di provinsi dengan 33 kabupaten dan kota itu lebih giat melakukan penanaman pohon untuk mencegah terjadinya banjir pada musim hujan.

“Ajakan saya untuk seluruh masyarakat khususnya yang berada di area hijau atau hutan, “Ayo Tanam Pohon Kembali”,”  kata Bobby saat melakukan penanaman pohon di sela meninjau penyebab banjir bandang di kota wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Jumat (28/3).

Berdasarkan keterangan tertulis diterima Mediadelegasi,  semangat untuk memperkuat gerakan ini disampaikan Gubernur Sumut saat berada di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun untuk melihat langsung kondisi hutan yang sudah mulai gundul.

Bacaan Lainnya

Bobby  menjelaskan, selain mencegah terjadinya banjir, manfaat menanam pohon yakni mengurangi dampak perubahan iklim, mencegah polusi air, menambah cadangan air tanah, dan mencegah erosi tanah atau longsor.

“Masyarakat di area hutan yang secara hukum dan aturan diperbolehkan untuk menebang pohon, tetapi saya minta dan sangat harapkan agar kembali menanam pohon, demi lingkungan tetap hijau, terjaga, lestari dan memberi manfaat di masa depan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu  Gubernur Sumut dan rombongan menanam pohon di kawasan hutan dan berdialog dengan masyarakat sekitar daerah aliran Sungai (DAS) Batu Gaga.

Dikatakannya, bagi masyarakat yang menginginkan bibit pohon bisa mengajukan permintaan kepada Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan setempat.

“Kami berharap gerakan ” Ayo Tanam Pohon Kembali’  ini memberikan kesadaran kita semua untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan khususnya di area hijau,” ucap dia.

Di sekitar bantaran DAS Batu Gaga dilaporkan awalnya hanya terdapat  satu titik sumber air warga, namun  beberapa tahun terakhir  berubah menjadi aliran air besar akibat hujan, sampai membanjiri kota wisata Parapat.

Batu-batu ukuran besar sekitar perbukitan tergerus air, memenuhi aliran mata air, dan membentuk aliran air besar sehingga menjadi sungai.

Gubernur Sumut mengatakan, ada beberapa skema untuk penanganan jangka pendek permasalan tersebut, yakni dengan pemasangan bronjong.

Sebelum bronjong selesai dibangun, Bobby meminta agar warga mengungsi sementara  jika terjadi hujan deras terutama di malam hari untuk meminimalisir dampak banjir bandang.

Turut mendampingi Gubernur Sumut,  antara lain Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang dan instansi terkait, termasuk Balai Wilayah Sungai II Medan Kementerian PU Dirjen Sumber Daya Air. D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait