Jakarta-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution bersilaturahmi dan menyambangi Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) saat makan siang di restoran Medan Baru, di Jakarta, Selasa (7/10).
Pertemuan kedua gubernur itu berlangsung seusai kedua kepala daerah yang bertetangga itu bersama belasan gubernur lainnya mengikuti rapat audiensi antara Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Menteri Keuangan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tayangan video yang dilihat Redaksi Mediadelegasi Medan, Bobby datang bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan beberapa pejabat dari beberapa provinsi lain.
Ahmad Luthfi dan Bobby Nasution tampak berjalan mendekati meja tempat Mualem sedang menikmati makan siang bersama Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Provinsi Aceh Reza Saputra.
Menyadari kehadiran para kepala daerah itu, Mualem pun langsung berdiri untuk menyambut tamunya.
“Pak Gub,” ucap Bobby kepada Mualem dalam pertemuan yang tidak direncanakan dan berlangsung dalam waktu singkat tersebut.
Pada momen itu, tidak ada terlihat kedua kepala daerah melakukan pembicaraan kecuali keduanya saling melempar senyum.
Setelah bersalaman, Bobby bersama seluruh rombongan kemudian meninggalkan restoran tersebut.
Sebagai informasi, Gubernur Sumut Bobby Nasution baru-baru ini, memberikan penjelasan terkait video viral penghentian kendaraan berpelat BL (Aceh) yang terjadi di Kabupaten Langkat.
Kejadian tersebut sempat viral di media massa dan media sosial dengan menuai beragam polemik.
Bobby menegaskan tindakan tersebut bukan bentuk penilangan, melainkan bagian dari sosialisasi awal terhadap rencana penertiban kendaraan luar daerah yang beroperasi di Sumut.
Bobby mengungkapkan, insiden tersebut terjadi saat dirinya dan jajaran melakukan peninjauan ke lokasi jalan amblas yang sebelumnya menelan korban jiwa.
“Saat itu kami melakukan survei jalan amblas di Langkat. Di sana, kami menemukan tiga kendaraan bermuatan besar yang tampak secara visual melampaui batas tonase,” ujar Bobby di Medan, Senin (29/9).
Salah satu dari tiga kendaraan tersebut, lanjutnya, menggunakan pelat nomor BL asal Aceh. Hal itulah yang kemudian disampaikan langsung sebagai bagian dari edukasi kepada pengemudi.
“Salah satu kendaraan itu berpelat dari luar Sumut. Maka kami langsung melakukan sosialisasi. Sama seperti yang dilakukan Gubernur Riau sebelumnya. Jadi bukan penilangan, hanya imbauan,” katanya.
Dikatakan Bobby, kebijakan mengenai penertiban kendaraan luar daerah yang beroperasi di Sumut bukanlah hal baru dan sudah diterapkan di sejumlah provinsi lain.
Salah satu dari tiga kendaraan tersebut, lanjutnya, menggunakan pelat nomor BL asal Aceh. Hal itulah yang kemudian disampaikan langsung sebagai bagian dari edukasi kepada pengemudi.
“Salah satu kendaraan itu berpelat dari luar Sumut. Maka kami langsung melakukan sosialisasi. Sama seperti yang dilakukan Gubernur Riau sebelumnya. Jadi bukan penilangan, hanya imbauan,” katanya.
Menurut Bobby, kebijakan mengenai penertiban kendaraan luar daerah yang beroperasi di Sumut bukanlah hal baru dan sudah diterapkan di sejumlah provinsi lain.
Ia menambahkan, seluruh perusahaan yang berdomisili dan beraktivitas di Sumut harus menyesuaikan kendaraan operasionalnya dengan pelat BK atau BB.
Kebijakan ini, lanjut Bobby, penting agar pajak kendaraan bermotor (PKB) masuk ke kas daerah dan bisa dioptimalkan kembali untuk pembangunan infrastruktur serta peningkatan pelayanan publik.D| red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












