Asahan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menanggapi viralnya video warga bergotong royong membawa jenazah akibat jalan rusak di Desa Sei Sembilang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan.
Bobby memastikan, jalan provinsi sepanjang 17 kilometer di daerah tersebut akan diperbaiki pada tahun depan.
“Ya, tahun depan diperbaiki. Kita sama-sama tahu kegiatan infrastruktur di Sumut ini ada beberapa keterbatasan,” kata Bobby usai menghadiri upacara Sumpah Pemuda di Lapangan Astaka, Selasa (28/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Bobby tak merinci keterbatasan apa yang dimaksud. Ia hanya menegaskan, Pemprov Sumut akan terus menggenjot perbaikan jalan agar merata di seluruh wilayah.
“Ke depan infrastruktur (perbaikan jalan) memang akan kita genjot. Mudah-mudahan di awal tahun akan kita kerjakan,” ujarnya.
DPRD Sumut Soroti Keterlambatan Proyek
Sebelumnya, Komisi D DPRD Sumut juga menyoroti kondisi jalan rusak yang membuat warga harus menggotong jenazah.
Wakil Ketua Komisi D, Yahdi Khoir Harahap, menyebut kejadian ini sangat memprihatinkan dan membuktikan masih banyak jalan di Sumut yang belum tersentuh perbaikan.
“Itu sangat memprihatinkan. Saya sudah tiga kali mendatangi daerah ini. Mobil saya sering nyangkut, bahkan masyarakat juga sering terjatuh saat melintas,” ungkap Yahdi.
Menurut Yahdi, proyek perbaikan jalan tersebut sebenarnya sudah diajukan sejak tahun 2022 dan termasuk dalam proyek multiyears senilai Rp 2,7 triliun untuk perbaikan 470 kilometer jalan. Namun proyek itu gagal dilanjutkan karena pihak pelaksana, PT Waskita Karya, dinyatakan wanprestasi.
“Tahun ini sudah kita masukkan lagi untuk diperbaiki, tapi karena efisiensi anggaran, akhirnya diundur ke tahun 2026,” tambahnya.
Yahdi yang juga mantan Wakil Bupati Asahan berharap, Bobby Nasution memberi perhatian lebih kepada jalan-jalan rusak di wilayah Asahan.
“Kita dorong Pak Gubernur supaya daerah yang memprihatinkan juga diprioritaskan. Nias penting, tapi pembangunan harus merata,” tegasnya.
PUPR Sumut: Proyek Pernah Gagal, Kini Akan Direncanakan Ulang
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sumut, Hendra Dermawan Siregar, mengakui jalan provinsi sepanjang 17 kilometer tersebut memang sudah lama rusak berat.
“Jalan ini sempat diproyekkan pada tahun 2022–2024, tapi gagal karena kontrak tidak berlanjut,” katanya di DPRD Sumut, Senin (27/10/2025).
Hendra menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPRD untuk melakukan perencanaan ulang pembangunan jalan, dengan progres yang ditargetkan dimulai tahun depan (2026).
“Untuk struktur pembangunannya bisa jadi baru dimulai tahun 2027. Karena harus melalui banyak tahapan,” ujarnya.
Ia juga belum bisa memastikan anggaran pasti untuk perbaikan jalan tersebut, karena masih menunggu hasil observasi di lapangan.
“Kita koordinasi dengan UPT untuk penanganan sementara, supaya warga tetap bisa melintas. Sambil menunggu proses perencanaan dan penganggaran,” jelasnya.
Sebelumnya, video warga Desa Sei Sembilang yang bergotong royong membawa jenazah ke rumah duka akibat jalan rusak berat viral di media sosial. Aksi itu memicu simpati dan kritik publik terhadap lambannya perbaikan infrastruktur di daerah tersebut.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
j












